Cerita ini adalah bagian dari:Unexpected Love Series
#1 Valencia and Her Devil Husband#2 Pamela and Her Bastard Husband#3 Avery and her Ice Husband
Versi full/tamat tersedia di> Karya karsa> Google Play Buku
Untuk yg ingin koleksi versi buku cetak, bisa WA ke aku, 08125517788Ready stock!
Cerita dilanjutkan di Wattpad sampai tamat!
-17 dipersilakan undur diri!
12
Drake berdiri di tengah kamar dan memandang pembaringan dengan mulut terkunci rapat.
Valencia demam.
Apa yang harus ia lakukan? Haruskan ia memperlakukan Valencia sebagaimana wanita itu memperlakukannya ketika sakit?
Memberi perhatian dan bersikap baik pada orang yang kau benci terasa seperti berkhianat.
Meski berpikir begitu, anehnya, sepuluh menit kemudian, Drake sudah duduk di sisi Valencia dan mengompres kepalanya dengan handuk yang direndam air hangat.
Valencia bergerak sedikit dan mengerang pelan, tapi tidak bangun.
Sepuluh menit berselang, Drake terus mengganti kompres, sampai wanita itu membuka mata yang tampak dipaksakan.
"Drake?"
Gumaman parau itu memancing sesuatu dalam diri Drake. Darahnya menderu-deru ke bawah pusar.
"Apa yang kaulakukan?" Valencia mencoba meraih handuk dari dahi.
Drake mendengkus dan mencegah tangan Valencia. "Mengompresmu. Apa lagi?"
"Tidak perlu. Aku sudah minum obat." Valencia kembali mencoba meraih handuk dari dahinya.
"Kau memang wanita tak tahu berterima kasih." drake meraih handuk dari dahi Valencia dan meletakkannya ke dalam baskom dengan perasaan kesal.
Valencia menatap drake dengan mata separuh terbuka, "Terima kasih." Lalu memejam.
Drake membisu. Manatap Valencia tanpa kata. Belahan dada valencia yang sedikit terekspos berkat kancing piama bagian atas yang terlepas, kembali memancing gairah Drake yang sesaat tadi bangkit.
"Aku tahu cara cepat menyembuhkanmu," kata Drake dengan suara sarat gairah.
"Emm ...?" Valencia tidak membuka mata.
Perlahan Drake membungkuk dan mengecup lembut bibir Valencia.
Valencia kembali bergumam kecil dan berusaha melepas ciuman mereka, tapi Drake menahan kepalanya.
Drake memperdalam ciumannya, sementara tangannya meraba dengan lembut payudara valencia. Belum pernah drake memperlakukan wanita selembut itu. Entah apa atau siapa yang harus disalahkan atas perbuatannya yang tak biasa malam ini.
Yang drake tahu, ia harus membuat valencia merasakan kenikmatan berhubungan seks. Selama ini, ia tahu valencia sama sekali tak menikmati hubungan intim mereka, dan itu sengaja ia lakukan untuk menghukum Valencia.
"drake ..., jangan. Kepalaku sakit, aku mau tidur," ceracau Valencia dengan suara lemah sambil menahan tangan drake yang membelai dadanya.
"Pejamkan saja matamu dan nikmati, kau tak perlu melakukan apa pun selain itu," bisik Drake.
Setelah itu ia membuka kancing piama Valencia satu demi satu. Terpampanglah pemandangan indah itu, sepasang payudara kecil mungil nan putih mulus yang dibalut bra berenda.
Drake menjulurkan tangannya ke punggung Valencia. Entah karena terlalu mengantuk atau terpengaruh oleh kelembutan drake, Valencia mengangkat sedikit badannya, memberi Drake akses untuk membuka kait branya. Biasanya mereka harus berperang dulu.
Setelah bra itu terlepas dari tubuh Valencia, Drake terpaku.
Selama ini, ia tahu bentuk tubuh valencia sangat indah. Valencia terbilang mungil dengan tinggi sekitar 157 senti sementara drake 183.
Namun drake tak pernah benar-benar menikmatinya, karena yang ia lakukan hanya menuntaskan berahinya dan membuat Valencia menderita. Akan tetapi malam ini, di bawah cahaya kamar yang terang benderang, drake bisa melihat, betapa indah payudara valencia. Bentuknya tidak terlalu besar, tapi bulat, padat dan kencang.
Drake mengulurkan tangan dan menangkup payudara Valencia dengan lembut. Gairahnya memuncak ketika merasakan kemulusan kulit dan kekenyalan payudara Valencia di telapaknya.
"Drake ...."
"Ssst.... Nikmati, Valencia. Nikmati selagi aku berbaik hati padamu."
Puas bermain, akhirnya Drake menunduk dan mengecup puncaknya. Valencia kembali mendesah, yang makin memicu gairah drake. Sementara bibir Drake mengisap puncak kemerahannya yang menegang, tangannya memelintir puncak yang lain.
Drake tak pernah menyangka, melihat desahan Valencia dan ekspresi wajahnya yang menahan kenikmatan, sangatlah menyenangkan.
Tangan drake bergerak turun, menyusuri perut valencia, menyusup ke dalam celana piama dan celana dalam Valencia, sementara itu, di saat yang sama, bibirnya berpindah ke payudara satunya lagi.
Ketika tangan drake bergerak semakin ke bawah, ia menemukan kesenangannya.
"Kau siap untukku Valencia." Tak pernah sebelumnya Valencia terangsang.
Drake pun melepas celana Valencia, lalu dengan buru-buru melepas pakaiannya sendiri.
Setelahnya ia memosisikan diri di antara kedua kaki Valencia, wanita itu membuka mata.
Sesaat tatapan keduanya beradu.
Dengan pandangan yang terkunci satu sama lain, Drake pun memasuki Valencia.
Untuk kali pertama, malam itu drake bercinta dengan sangat lembut.
Erangan dan jerit kenikmatan Valencia sangat berbeda dengan rintihan kesakitannya selama ini.
***
Hmm....
Evathink
Ig /Youtube : evathink
KAMU SEDANG MEMBACA
Valencia and Her Devil Husband - TAMAT (PART LENGKAP)
RomansaTAMAT - PART LENGKAP FOLLOW EVATHINK AGAR MENDAPAT NOTIFIKASI CERITA BARU DAN INFO LAINNYA! Unexpected Love #1 Drake Arsenio menikahi Valencia Oliver semata-mata demi menyiksa gadis itu. Ia menciptakan neraka untuk perempuan keji yang telah merenggu...
