33
Akhirnya Drake mengikuti saran sahabatnya. Ia akan pulang. Untuk apa lagi menghindar. Toh kebenaran telah terkuak. Mau atau tidak, Drake harus menerimanya. Ia mencintai Valencia. Amat sangat mencintai wanita itu. Itulah kenyataannya.
Sekarang, setelah mengakui perasaannya, bukankah ia harus memberi peluang pada cinta mereka?
Ah, bukan. Itu terlalu muluk.
Valencia pasti tidak mencintainya, bukan?
Drake menyiksa wanita itu. Tak mungkin Valencia jatuh cinta kepadanya.
Namun, Drake akan memberinya waktu. Setelah kini kebenciannya pada Valencia pupus tak berbekas, dan sadar ia mencintai wanita itu, Drake akan meminta maaf dan bersikap manis. Akan membuat wanita itu jatuh cinta kepadanya.
Sebagai langkah awal, Drake mampir ke sebuah toko bunga, membeli sebuket bunga mawar putih. Bukan untuk pertanda cinta, tapi lebih pada niat tulusnya ingin mengajak Valencia memulai semuanya dari awal.
Setelah meninggalkan toko bunga, Drake mampir ke sebuah rumah makan soto banjar. Soto banjar adalah menu kesukaan Drake, tapi Drake juga tahu, itu juga menu kesukaan Valencia.
Lahan parkir rumah makan itu tidak terlalu luas dan tampak penuh. Bahkan, mobil-mobil berjejer rapi di pinggir jalan di depannya.
Bagi Drake, ini bagian menyebalkan ketika datang ke rumah makan tersebut. Mau tak mau ia memarkirkan mobilnya di ruko kosong, tepat di seberangnya.
Drake keluar dari mobil dan menghela napas panjang. Di dalam hati menduga-duga dan berharap cemas akan reaksi Valencia ketika ia meminta maaf nanti.
***
Rasa mual Valencia menjadi-jadi ketika ia memasuki rumah makan soto banjar tempat yang Ray tentukan. Rumah makan tersebut bukan rumah makan biasa. Bukan hanya karena terkenal di seantero Balikpapan, tapi juga karena dulu, ketika mereka berpacaran, Ray sering mengajak Valencia makan di sana.
Meski tak mencintai Ray, tak urung rasa haru menyeruak ke dada Valencia. Ray masih mengingat dengan baik kesukaannya. Pria itu sangat baik, bukan? Betapa bodoh ia memutuskan hubungan mereka. Namun, cinta tak bisa dipaksakan.
Mata Valencia menangkap sosok kekar berwajah tampan yang duduk di balik sebuah meja, di bagian pojok rumah makan. Valencia menghela napas lega atas pilihan meja pria itu. Kondisi rumah makan ramai mengingat sedang jam makan siang.
Valencia berjalan menuju Ray sambil menahan napas sebisa mungkin agar tak tehidu aroma makanan yang membuatnya mual.
Melihat kehadiran Valencia, Ray berdiri dan tersenyum. Pria itu menarik kursi untuk Valencia ketika wanita itu tiba di dekatnya.
"Terima kasih, Ray," ujar Valencia dengan suara bergetar karena haru. Drake tak pernah bersikap semanis itu kepadanya, setidaknya setelah mereka menikah. Dulu, ketika makan malam di restoran romantis bersamanya, Drake bersikap sangat manis.
"Kau tampak pucat. Apa kau sakit?"
Valencia tersenyum dan menggeleng samar, tapi hatinya menangis. Kenapa? Kenapa dulu ia memutuskan hubungan mereka? Jika saja waktu itu ia tidak egois, mungkin ia tak perlu menderita di bawah cengkeraman Drake. Bolehkah ia salahkan hatinya yang tak mampu mencintai Ray?
Orang bilang, cinta bisa dipupuk. Cinta bisa hadir karena terbiasa bersama. Lalu kenapa, enam bulan berpacaran dengan Ray, ia masih tak mampu membuka hati untuk pria itu?
Jauh di dalam dirinya, Valencia tahu jawabannya; itu karena di hatinya ada nama pria lain.
"Aku baik-baik saja, Ray," jawab Valencia dengan suara bergetar. "Ada apa mengajakku bertemu?"
"Kau sudah tak sabar pergi, ya?" Ray menyeringai sedih. "Bagaimana kalau kita makan dulu? Kau tampak lebih kurus. Porsi makanmu harus ditambah, Val. Atau kau tak bahagia?"
Semua yang dikatakan pria itu menohok dada Valencia. Akan tetapi ini bukan momen mencurahkan isi hati pada sang mantan. Jadi Valencia menggeleng. "Aku masih kenyang." Tentu saja bohong. Valencia belum makan apa pun, tapi ia ingin pertemuan dengan Ray cepat berlalu. Bukan karena tak sanggup berada di dekat pria itu berlama-lama, tapi aroma makanan membuatnya mual. Selain itu, Valencia takut dipergoki oleh Drake. Suaminya itu bisa beranggapan ia selingkuh. Valencia tak mau memberi Drake amunisi untuk mengobarkan api kebenciannya.
Valencia tidak tahu di mana keberadaan Drake saat ini. Suaminya itu juga tidak mungkin akan muncul di rumah makan ini. Namun tak bisa diabaikan bahwa soto banjar adalah makanan kesukaan Drake dan rumah makan ini sangat terkenal. Drake bisa saja muncul.
"Jadi, ada apa, Ray? Maaf, aku tak bisa berlama-lama."
Ray menghela napas panjang. Ia menatap Valencia sejenak lebih lama, lalu menyusupkan tangan ke saku celana, mengeluarkan satu kotak mungil dan mengulurkannya kepada Valencia.
Valencia menatap benda yang tampak seperti kotak perhiasan itu dengan sorot heran. Keningnya berkerut ketika menerimanya.
Saat membuka kotak tersebut, Valencia menemukan sepasang anting-anting dengan batu permata berwarna merah.
"Aku membelinya sehari sebelum hubungan kita berakhir," kata Ray pelan. "Selama ini aku menyimpannya. Tapi beberapa hari lalu, ketika melihat kotak perhiasan ini untuk kesekian kalinya, aku pikir, tak ada gunanya terus menyimpannya dan berharap akan memberinya kepadamu saat kau bersedia kembali padaku. Setahun sudah berlalu, Valen. Kau tak pernah kembali kepadaku."
Valencia mendengar nada getir dalam suara pria itu. Ia mengangkat wajah, dan tatapan mereka beradu. "Maafkan aku, Ray." Ada air mata di sudut mata Valencia. Perlahan-lahan kristal bening itu bergulir di pipinya.
Ray mengulurkan tangan, mengusap pipi Valencia. "Jangan menangis, Val. Aku sudah menerima kenyataan. Mulai sekarang, aku akan menjadi sahabatmu. Aku akan mencoba selalu ada kapan saja kau membutuhkanku."
Valencia semakin sedih dan terharu.
"Jadi ini yang kaulakukan di belakangku?!"
***
Next part makin seru gaesssss
Mungkin selama ini kalian baca jadi suka marah2, entah krn kebodohan valen atau keberengsekan drake,
Tp next part itu aku nulisnya nangis gaessss
Hayokk
Penasaran kann
Banyak yg bertanya cerita ini happy or sad ending
Jawabannya, HAPPY ya gaesss. Aku gak suka cerita sad ending soalnya. Hoho
bersambung ...
jangan lupa vote dan komennya ya, teman2, makasihhhh
follow instagram/tiktok aku: evathink
FYI, Versi FULL/TAMAT cerita ini & cerita-cerita aku yang lainnya, tersedia dalam bentuk, cetak, ebook dan PDF
Cetak dan PDF, order di WA Evathink 08125517788 (Harga PDF jauh lebih murah)
Ebook tersedia di:
Karya Karsa
Google Play Buku
Note: cerita dilanjutkan di wattppad sampai tamat!
KAMU SEDANG MEMBACA
Valencia and Her Devil Husband - TAMAT (PART LENGKAP)
RomansaTAMAT - PART LENGKAP FOLLOW EVATHINK AGAR MENDAPAT NOTIFIKASI CERITA BARU DAN INFO LAINNYA! Unexpected Love #1 Drake Arsenio menikahi Valencia Oliver semata-mata demi menyiksa gadis itu. Ia menciptakan neraka untuk perempuan keji yang telah merenggu...
