30

10.6K 1K 78
                                        

30

Ketika ibunya meninggal, Drake sangat sedih, tapi berusaha menerima kenyataan. Ia mencoba kembali tersenyum demi Patricia. Ia tahu adiknya bersedih dan butuh dukungan.

Ketika Pat meninggal, Drake hancur. Merasa separuh jiwanya pergi.

Namun ketika Valencia menghilang tak berjejak, Drake merasa gila. Seluruh jiwanya seolah jatuh ke jurang yang dalam dan gelap.

Polisi sudah menindaklanjuti laporan Drake. Mereka akan menghubunginya jika ada informasi terkini. Selama masa penantian itu, bermacam-macam pikiran buruk melintas di benak Drake. Salah satunya Mungkinkah Valencia diculik oleh predator seks? Istrinya itu cantik dan seksi. Drake menggeleng, mencoba menyingkirkan pikiran buruk itu.

Drake melirik Sebastian dan Gabriel yang sedang duduk di sofa ruang tamu dan menyantap makan malam berupa nasi goreng yang dijual oleh tukang nasi goreng keliling. Drake sendiri tidak bisa menelan apa pun.

"Aku tak bisa terus menunggu," ucap Drake sambil menghela napas panjang.

"Kita bertiga sudah berpencar mencarinya ke mana-mana, Drake, tapi tak ada hasil. Kita tunggu saja kabar dari polisi," kata Sebastian.

Drake memijit kening dengan frustrasi. Itulah yang telah ia lakukan, tapi menunggu dengan perasaan cemas melilit hati, serasa sedang berjalan pelan menuju pintu neraka. Amat sangat menyiksa.

Drake tidak kuat menanggung semuanya sendiri. Ia sangat ingin memberitahu Bibi Marisa. Namun memikirkan sang bibi akan khawatir, Drake bungkam.

Terpaksa, Drake hanya bisa menghela napas berat. Ia baru berusaha memperbaiki sikap, tapi Valencia telah pergi.

***

Hampir satu jam kemudian Drake menerima panggilan dari polisi yang memintanya untuk datang ke rumah sakit. Bersama Sebastian dan Gabriel, ia ke rumah sakit yang disebutkan.

"Kami menemukan mayat seorang perempuan dengan ciri-ciri yang anda sebutkan," kata polisi yang menyambut Drake di rumah sakit.

Wajah Drake memucat. Seketika jantungnya seakan berhenti berdetak. Kakinya melembut seperti agar-agar.

Sebastian dan Gabriel juga tampak pucat.

Dengan langkah lemah, Drake dan kedua sahabatnya, bersama polisi, melangkah menuju kamar mayat.

Hati Drake mencelus ke dasar perut. Matanya memanas.

Kenapa? Kenapa ia selalu kehilangan orang yang ia sayang?

Ia baru ingin memulai hubungan baru dengan Valencia, tapi kini ....

Tanpa sadar air mata Drake mengalir ketika mereka berdiri di depan sebuah ranjang yang tertutup kain putih.

Sebastian dan Gabriel menepuk lembut bahu Drake, berusaha menyalurkan keberanian dan dukungan.

"Wajahnya sulit dikenali karena banyak bekas luka," kata si polisi.

Drake memejam ketika polisi membuka kain penutup mayat tersebut.

Memaksakan diri dan menguatkan hati, Drake membuka mata.

***


bersambung ...

jangan lupa vote dan komennya ya, teman2, makasihhhh

follow instagram/tiktok aku: evathink

FYI, Versi FULL/TAMAT cerita ini & cerita-cerita aku yang lainnya, tersedia dalam bentuk, cetak, ebook dan PDF

Cetak dan PDF, order di WA Evathink 08125517788 (Harga PDF jauh lebih murah)

Ebook tersedia di:

Karya Karsa

Google Play Buku

Note: cerita dilanjutkan di wattppad sampai tamat!


Valencia and Her Devil Husband - TAMAT (PART LENGKAP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang