31

10.2K 1K 57
                                        

31

Sebastian yang menyetir. Sepanjang perjalanan pulang, semua bungkam.

Drake yang duduk di kursi samping pengemudi, tampak shock.

"Sebaiknya kau istirahat. Biar aku dan Gabriel yang mengurus ini," kata Sebastian sembari melirik Drake sekilas.

Drake menggeleng.

"Kau butuh istirahat, Drake," sela Gabriel yang duduk di kabin belakang.

Drake kembali menggeleng samar. Meski ia hampir tak punya tenaga lagi, juga tak tahu apa yang mesti ia lakukan, Drake tak bisa hanya duduk diam.

***

"Drake, makanlah dulu," kata Sebastian sambil menunjuk nasi kuning dalam kemasan yang terhidang di atas meja. Ketiganya duduk di kursi beranda sepulang dari rumah sakit.

Drake menoleh sekilas pada kedua sahabatnya dan menghela napas panjang. Ia tidak bisa menelan apa pun saat ini.

Drake bersyukur memiliki dua orang sahabat yang sangat solid. Keduanya meluangkan waktu demi memberinya dukungan.

"Sebastian benar, Drake. Kau sebaiknya makan. Jangan sampai jatuh sakit," imbuh Gabriel.

Tepat saat itu sebuah taksi berhenti di depan pintu pagar. Semua mata memandang ke arah tersebut. Tampak sekuriti dengan tanggap berjalan ke pintu bertepatan dengan seorang wanita melangkah keluar dari taksi. Kemudian, taksi itu berlalu.

Seketika Drake merasakan kelegaan yang amat sangat, hingga membuat lututnya lemas.

Valencia baik-baik saja.

Drake lega dan bersyukur.

Namun, beberapa saat kemudian, rasa lega dan syukur itu berganti menjadi amarah. Berani-beraninya wanita itu mempermainkannya!

Dengan tenaga yang tiba-tiba entah datang dari mana, Drake melangkah cepat menyusul Valencia yang melangkah menuju beranda.

"Dari mana saja, hah?" teriak Drake. "Apa kau tidak tahu semua orang mencemaskanmu??" terutama aku! Drake mengguncang-guncang bahu Valencia dengan kuat.

"Drake, hentikan, kau menyakiti Valen." Sebastian menahan Drake.

"Wanita sialan!" Drake terus menyemburkan amarahnya. Gabriel dan Sebastian menarik Drake menjauh dari Valencia.

"Maafkan aku," ujar Valencia lemah dengan wajah muram dan mata berkaca-kaca.

***

bersambung ...

jangan lupa vote dan komennya ya, teman2, makasihhhh

follow instagram/tiktok aku: evathink

FYI, Versi FULL/TAMAT cerita ini & cerita-cerita aku yang lainnya, tersedia dalam bentuk, cetak, ebook dan PDF

Cetak dan PDF, order di WA Evathink 08125517788 (Harga PDF jauh lebih murah)

Ebook tersedia di:

Karya Karsa

Google Play Buku

Note: cerita dilanjutkan di wattppad sampai tamat!



Valencia and Her Devil Husband - TAMAT (PART LENGKAP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang