36
"Buburnya sudah matang, Bi?" tanya Drake ketika melangkah masuk ke dapur.
Bi Lastri, istri Pak Suryo, menoleh dan tersenyum lembut. "Sudah. Sebentar bibi siapkan."
Drake mengangguk samar. Sembari menunggu Bi Lastri menyiapkan bubur ayam, ia meraih ponsel dari saku celana tiga per empatnya dan membalas pesan dari staf-stafnya.
Tiga bulan terakhir, bisa dibilang hanya beberapa kali Drake ke kantor. Sisanya ia bekerja dari rumah.
"Sudah siap, Nak Drake."
Drake menyimpan ponsel ke saku, lalu meraih satu buah nampan berisi semangkuk bubur ayam yang masih mengepulkan uap panas, air putih hangat, dan sestoples kecil kerupuk ikan bandeng.
Drake membawa nampan tersebut ke kamar. Ketika membuka pintu kamar, hatinya menghangat melihat sosok yang ia cintai sedang duduk bersandar di kepala ranjang. Senyum tipis tersungging di bibir itu. Rasa cinta dan nyeri bergelora di dada Drake.
"Kau tak perlu membawanya ke kamar, aku bisa mengambil sendiri ke dapur," ucap wanita itu pelan.
Kalimat itu sudah Drake dengar puluhan kali dalam beberapa minggu terakhir, tepatnya sejak kondisi Valencia kian membaik.
"Aku senang bisa melayanimu." Drake mengulas senyum hangat. Dunia memang berputar, bukan? Dulu ia sangat berengsek, sekarang ia melayani Valencia bak budak.
Valencia balas tersenyum.
Sejujurnya, setiap kali Valencia tersenyum padanya, hati Drake nyeri. Demi menyelamatkan dirinya, Valencia harus mengalami kecelakaan.
Tiga bulan telah berlalu. Kecelakaan waktu itu bukan hanya membuat Valencia cedera di bagian wajah, kepala, bahu dan kaki, tapi juga harus kehilangan janin berusia enam minggu yang sedang tumbuh dan berkembang di rahimnya.
Setiap detik Drake disiksa oleh perasaan sesal dan bersalah. Jika hari itu ia bisa mengontrol emosi dan kecemburuannya dengan baik, semuanya tak akan terjadi.
Yang makin membuat Drake terpuruk dalam jurang perasaan sesal dan bersalah adalah sikap Valencia. Wanita itu begitu tegar. Sama sekali tak menyalahkan Drake atas semua yang terjadi.
Valencia sedih ketika tahu dirinya hamil dan keguguran. Namun wanita itu tidak membenci Drake atau mendendam, seperti yang Drake lakukan padanya ketika kehilangan Patricia.
Apa ada yang lebih menyakitkan daripada itu?
Drake bersumpah, tidak ada.
Dengan hati yang bergolak oleh rasa cinta, bersalah, dan sesal, Drake meletak nampan ke atas nakas, lalu meraih gelas air hangat dan mengulurkannya pada Valencia.
Valencia menerima gelas tersebut dengan mata menatap Drake lekat.
Drake tersenyum, "Minumlah.
Valencia minum, sementara Drake meraih mangkuk berisi bubur ayam.
Setelah Valencia selesai minum, dengan sebelah tangan memegang mangkuk, sebelah tangan Drake yang lain mengambil gelas minum dari tangan Valencia dan meletakkannya ke atas nakas. Lalu ia menyendok bubur dan siap menyuapi istrinya itu.
Valencia menggeleng. "Aku bisa sendiri, Drake." Lalu meraih mangkuk bubur.
Sebenarnya Drake ingin berkeras menyuapi Valencia, tapi wanita itu akan menolak seperti sebelum-sebelumnya. Setelah cedera di tulang bahu kanannya sembuh dan tangannya bisa bergerak leluasa, Valencia tak mau lagi Drake suapi.
"Kau tak sarapan?"
Drake menggeleng. "Aku belum lapar."
Valencia pun makan dalam diam.
Mata Drake mengikuti setiap gerakannya. Ada bekas luka di pipi kanan Valencia. Alih-alih terlihat jelek, Valencia tetap cantik di mata Drake.
Setelah cukup lama, Valencia selesai makan. Drake mengambil mangkuk dan meletakkannya ke atas nampan di atas nakas, lalu mengambil air minum dan mengulurkannya pada Valencia.
Valencia minum.
Setelah selesai, Drake meraih gelas dari tangan wanita itu.
"Aku akan membawa ini ke dapur," kata Drake.
Kaki Valencia yang patah hampir sembuh sepenuhnya. Meski begitu, istrinya itu masih berjalan menggunakan kruk, agar tidak memberi beban berat pada kaki yang dalam proses pemulihan itu. Drake selalu berusaha melayaninya dengan baik agar Valencia tak perlu berjalan terlalu jauh.
Drake bersiap berdiri, tapi Valencia menyentuh tangannya, mencegah.
"Aku ingin bicara, Drake."
Aneh. Hati Drake nyeri. Ada rasa takut yang sulit dijelaskan.
***
bersambung ...
jangan lupa vote dan komennya ya, teman2, makasihhhh
follow instagram/tiktok aku: evathink
FYI, Versi FULL/TAMAT cerita ini & cerita-cerita aku yang lainnya, tersedia dalam bentuk, cetak, ebook dan PDF
Cetak dan PDF, order di WA Evathink 08125517788 (Harga PDF jauh lebih murah)
Ebook tersedia di:
Karya Karsa
Google Play Buku
Note: cerita dilanjutkan di wattppad sampai tamat!
KAMU SEDANG MEMBACA
Valencia and Her Devil Husband - TAMAT (PART LENGKAP)
RomansaTAMAT - PART LENGKAP FOLLOW EVATHINK AGAR MENDAPAT NOTIFIKASI CERITA BARU DAN INFO LAINNYA! Unexpected Love #1 Drake Arsenio menikahi Valencia Oliver semata-mata demi menyiksa gadis itu. Ia menciptakan neraka untuk perempuan keji yang telah merenggu...
