6

12.6K 1K 28
                                        

hai gaess

sekali lagi saya infokan ya, typo, eyd, dll belum di edit sama sekali. semoga tetap enjoy baca yah temen2



6

Valencia berjongkok di dekat sebuah pusara. Air mata menetes membasahi pipinya. Jari-jemari Valencia mengelus penuh kasih sayang nisan yang bertuliskan nama patricia Arsenio.

Ia baru berkenalan dengan patricia sekitar dua tahun, tapi kasih sayangnya untuk gadis cantik nan rendah hati itu sangat mendalam.

Valencia berasal dari kota Samarinda. Ia anak tunggal. Kedua orangtuanya meninggal ketika ia masih kecil. Ia pun tinggal bersama paman dan bibinya yang kejam. Ketika berusia delapan belas tahun, valencia memilih meninggalkan samarinda dan merantau ke balikpapan. Pekerjaan pertama yang ia dapat adalah menjadi tukang cuci piring di sebuah rumah makan. Meski pekerjaan itu membuat jari jemarinya menjadi sangat kasar, valencia tetap bersyukur, karenanya ia bisa bertahan hidup.

Nasibnya berubah ketika suatu hari bertemu belina arsenio.

Valencia ingat, hari itu ia menikmati hari liburnya, yang hanya di dapatnya dua hari dalam sebulan. Ia sedang berbelanja di sebuah supermarket ketika seorang perempuan paruh baya yang juga sedang berbelanja, tiba-tiba pingsan. Valencia pun berteriak meminta pertolongan. Ia juga mendampingi ke rumah sakit. Bahkan saat putra putri wanita itu telah tiba pun, valencia tetap menunggu di rumah sakit untuk memastikan keadaannya. Ketika siuman, wanita itu berterima kasih kepada valencia dan memintanya menjadi asisten pribadinya, bahasa lainnya untuk menjadi pendampingnya, menemaninya ke mana pun ia pergi, mengingat kondisi kesehatannya yang kurang baik.

Awalnya valencia menolak. Namun saat nyonya arsenio meminta untuk kali kedua, valencia pun luluh.

Setahun kemudian, nyonya arsenio yang memang sakit-sakitan pun meninggal, tak lupa menitipkan putri semata wayangnya pada Valencia.

Air mata Valencia menetes deras.

Ia gagal, bukan?

***

Dari kejauhan, ketika melihat sesosok berjongkok dekat pusara adiknya, Drake mempercepat langkahnya. "Apa yang kau lakukan di sini, wanita sialan?"

Valencia mengangkat wajah. Drake bisa melihat air mata membasahi pipi putih mulus itu. Anehnya, Drake sama sekali tak tersentuh melihat wanita itu menangis. Kesedihan Valencia jelas hanya omong kosong. Drake jauh lebih kehilangan.

"Drake ...."

"Dengar, Pelacur, jangan sekali-kali kau menzirahi pusara adikku, apalagi menyentuh nisannya dangan tanganmu yang kotor itu."

Air mata Valencia menetes kian deras.

"Berhenti menangis! Air mata pura-puramu makin membuatku muak!"

Valencia tersentak.

"Sekarang pergi!"

Setelah tercenung sesaat, Valencia bangkit dan beranjak meninggalkan pusara patricia.

Drake mematung dengan dada bergelombang oleh amarah.

Lama kemudian, ia berjongkok di pusara sang adik. Setetes air mata meluncur dari sudut matanya.

***

evathink

ig : evathink

Valencia and Her Devil Husband - TAMAT (PART LENGKAP)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang