46. Keputusan

14.5K 1.1K 478
                                        

Happy reading..

-Aihara-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Aihara-

"Simpel saja. Akan ku kejar selama masih pantas untuk di perjuangkan."

***

Diruang keluarga Dirgantara, Diki dan Arlez saling menatap dengan tajam, tidak memperdulikan orang lain yang tengah membahas tentang mereka. Tatapan mereka sama-sama tajam menyiratkan kebencian satu sama lain. Jika tidak karena Dirga dan Dimas, mungkin kedua cowok ini akan memukul satu sama lain. Di tengah-tengah Ayu dan juga Kinara ada Aihara yang masih terpukul dengan kejadian di sekolah tadi.

"Untuk saat ini, kemungkinan besar Aihara akan homeschooling sementara," tutur Dirga membuat perhatian Arlez dan Diki teralihkan. "Aihara gak akan mungkin sekolah karena bakalan membahayakan dirinya sendiri, apalagi perut Ai juga semakin keliatan."

"Ai gak masalah kok, Pa. Ai juga merasa aman kalau di rumah," jawab Aihara sedikit lebih tenang.

"Kalau gitu, biarkan Ai tinggal di rumah kami, Om!" tegas Diki tidak terbantahkan.

Arlez menatap Diki dengan tajam. "Enggak akan! Aihara punya gue, dan anak gua harus ada disamping gue, lo jangan egois!" tekan Arlez tidak setuju dengan ucapan Diki itu.

Diki tersenyum miring. "Kenapa lo? Aihara adik gue, apa salah kalau dia tinggal bareng keluarga kandungnya? Selama ini lo juga gak bisa jaga dia dengan baik!"

"Jaga ucapan lo bangsat!" amuk Arlez hendak menghajar Diki tapi Aiden sudah melerainya.

"Selesaikan dengan kepala dingin! Daripada kalian berantem mending tanya langsung ke Aihara! Lo berdua udah sama-sama dewasa, jangan berantem kaya bocah!" Aiden mendorong bahu Arlez dan Diki untuk saling menjauh.

Kedua orangtua mereka sama-sama menghembuskan napas lelah. Melihat pertengkaran kedua pria itu yang tiada habisnya. Aihara hanya diam saja tidak memperdulikan dua orang itu saling bersitatap.

"Lebih baik kita nikahkan Aihara dan Arlez saja biar tidak memicu pertengkaran," pukas Dimas membuat keputusan. Merasa letih dengan keadaan yang semakin runyam.

"Gak bisa gitu dong, Pa! Aku gak akan pernah setuju kalau mereka menikah! Aku gak setuju!" seru Diki menatap Dimas dengan tajam. "Kalau Papa nekat buat nikahin mereka, lebih baik Diki bunuh aja cowok sialan ini!" Diki hendak bangkit menyerang Arlez tapi di tahan oleh Aiden.

"Bego! Tolol! Lo mentingin diri sendiri, lo gak mikirin keadaan Aihara sekarang. Gua setuju sama Papa, nikahkan mereka, Pa! Masalah Diki biar Aiden yang urus."

Brother Brengsek [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang