Apapun endingnya tolong jangan ada yang kecewa, karena ini memang sudah keputusanku:)
***
Mendengar kabar kecelakannya Aihara, Dimas, Dirga, Ayu, dan juga Kinara langsung memilih penerbangan pada jam itu juga meninggalkan urusan yang belum kelar selama di Amerika. Kini mereka sudah berjalan tergesa di lorong koridor rumah sakit mencari pasien atas nama Aihara yang sejak tadi mengusik ketenangan mereka.
Mata Dirga memanas melihat Arlez yang tengah bersandar di tembok sembari terduduk. Tanpa banyak bicara, Dirga langsung memukul anaknya berulang kali hingga Arlez tidak punya semangat lagi untuk berdiri. Setelah mendapatkan pukulan dari Aiden, Diki, dan juga Rafa, kini cowok itu harus menghadapi Dirga dan Dimas yang menatapnya dengan sorot kekecewaan.
"Anak bodoh! Bukannya menjaga Aihara kamu malah mengkhianatinya! Di mana letak hatimu!" maki Dirga merasa sangat murka dengan keterdiaman anaknya itu.
"Cari yang sudah membuat anak saya menderita! Penjarakan dia jangan sampai lepas!" Dimas memerintahkan polisi yang saat ini tengah berjaga di sekitaran rumah sakit.
Mendengar itu Arlez langsung menoleh cepat. "Jangan, Pa!" cegah Arlez menyangkal ucapan Dimas dengan cepat. "Tolong jangan penjarakan Mamanya Adlard," pinta Arlez memohon kepada mertuanya.
"Adlard siapa dia?" tanya Ayu dengan kening berkerut. Mata wanita itu sedari tadi sudah dibanjiri air mata melihat putri kesayangan sekaligus menantunya kini terbaring sekarat.
"Anak aku, Ma." Arlez berujar lirih.
"Apa!" pekik mereka nyaris berteriak mendengar apa yang Arlez ucapkan.
"Omong kosong macam apa ini?!" Kinara menatap Arlez dengan pandangan murka. "Anak kamu aja belum lahir! Anak siapa yang kamu maksud!" Kinara sudah habis kesabaran.
Arlez mendongok dengan air mata yang mengenang di pelupuk matanya. "Anak aku sama Brinda. Dia wanita yang pernah aku nodai dua tahun lalu, waktu itu kita pernah deket, suatu hari kita memutuskan buat pergi ke club. Gak tahunya kita kelabasan, dan dia hamil. Aku takut, selepas itu Brinda pergi ke Amerika karena berpikir aku gak bertanggung jawab. Aku frustasi, merasa bersalah, dan akhirnya aku ngelampiasin semua emosiku ke Ai, tanpa sadar aku malah terobsesi sama Aihara dan mulai melupakan Brinda, sampai akhirnya Aihara hamil, kemudian Papa mengusirku dari rumah, saat itulah Brinda kembali bersama anak kami, Adlard."
Plak!
Tamparan yang dilayangkan Ayu begitu keras hingga membuat wajah Arlez tertoleh ke samping disertai darah disudut bibirnya. Arlez terpaku melihat Ayu yang kini menatapnya dengan nyalang. Air mata bahkan sudah mengalir deras membasahi pipi wanita yang sudah melahirkannya itu.
"Mama kecewa sama kamu!" tekan Ayu bergetar menatap putranya itu. "Di mana otak kamu selama ini Arlez? Kenapa gak mikirin perasaan Aihara?" Ayu menatap nanar Arlez yang hanya terdiam membisu.
"Kamu sudah melanggar janjimu untuk tidak menyakiti Aihara!" Kinara berkata dengan tegas dengan sorot tajam.
"Dari bayi baru lahir hingga sebesar ini, Mama yang sudah merawat dan membesarkan Aihara. Wajar kalau Mama merasa marah, kecewa, dan juga sakit. Yang Aihara rasakan sama seperti yang Mama rasakan. Kalau akhirnya akan seperti ini, enggak seharusnya kamu merusak Aihara hingga berakhir semenderita ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Brengsek [TAMAT]
Romance"Kakak brengsek!" "Iya emang gue brengsek! Gue bangsat! Dan gue bejat! Puas lo!" *** Arlezero Lintang Akbar, cowok tampan dengan sejuta pesona menyimpan sisi iblis tersembunyi. Sikapnya yang selalu bangsat dan suka semena-mena semakin membuat Arfist...
![Brother Brengsek [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/232824718-64-k730956.jpg)