"jika ada waktu, izinkan aku sebentar saja untuk menulis beberapa momen yang tidak pernah terlihat selama ini."
***
Semua orang yang telah diberikan kebenaran tentang Diki dan Zero langsung terdiam membisu di ruang keluarga Dirgantara. Sementara Aihara dan Brinda dijaga oleh anggota inti Devhells yang kini berada di rumah sakit beberapa saat yang lalu. Setelah dari markas mereka memutuskan untuk memberitahu berita ini kepada dua keluarga lantaran hal ini menyangkut Zero dan Diki.
Mereka yang berskandal hanya bisa tertunduk dengan wajah bersalahnya. Apalagi Aiden menatap sang adik dengan pandangan kecewa, Diki sama sekali tidak berani untuk menatap kakaknya itu. Begitupun dengan para orangtua yang tidak bisa apa-apa selain meratapi kisah yang pilu ini.
Ayu dan Dirga sangat kecewa dengan perilaku Zero. Meskipun dalam hati mereka juga merasa bersalah karena membiarkan Zero tumbuh tanpa pelukan dan kasih sayang kedua orangtuanya. Zero hanya terdiam, tidak tahu harus berbuat apa, semuanya sudah terjadi, apapun keputusan Dirga dan Ayu akan diterimanya dengan lapang dada kalaupun harus kembali diasingkan di Amerika.
"Maafkan Mama, sayang. Gara-gara kita kamu jadi merasakan iri pada adik kamu. Andai Mama gak mengasingkan kamu, mungkin semuanya gak akan terjadi, maafkan Mama." Ayu memeluk sang putra yang terdiam beberapa saat setelah dia peluk.
"Papa juga minta maaf, Zero. Kalian berdua anak papa, mulai sekarang kita gak akan bedakan diantara kalian," kata Dirga menatap Zero dan Arlez bergantian.
"Maafin aku udah bikin kalian kecewa." Zero menatap Ayu dan Dirga satu persatu. "Kalaupun kalian mau kirim aku lagi ke Amerika, aku gak bakalan nolak."
Dirga dan Ayu menggeleng. "Lo gak akan ke mana-mana, gua emang kecewa sama lo, Bang!" Arlez menatap kakaknya dengan tajam. "Tapi gua gak mau lo berpisah dari gua lagi, lo begitu karena iri ngeliat gua, gua paham. Tapi gua yakin, itu cuma perasaan bocah aja, gua yakin lo sekarang menyesal melakukan hal bodoh itu."
"Kalian gak bisa menghakimi Zero ataupun Diki. Karena semua masalah ini udah berakhir, aku berharap semoga kita bisa memulai semuanya dari awal. Dan buat lo, Diki, lo udah gak ada hak buat halangin gua sama Aihara." Arlez berucap menatap Diki dengan tajam.
"Gua ngerti gua salah. Mulai sekarang gua bebasin jalan lo buat bersama Aihara asal lo jangan sakiti dia seperti waktu itu, cukup sekali lo perlakuin dia hingga berujung tragis seperti ini. Gua dulu dan Zero memang jebak lo, tapi itu jauh sebelum gua tahu kalau lo bakalan jatuh cinta sama Aihara. Dan, perihal yang terjadi selama ini, gua minta maaf buat segalanya."
"Gua juga minta maaf kalau selama ini sikap gue ke Lo udah sangat keterlaluan. Gua sering pukulin Lo, bikin mata Lo buta berulang kali dan buat lo selalu keluar masuk rumah sakit. Gua harap, kita bakalan bisa jadi saudara yang baik."
Diki tersenyum mendengarnya. "Gua berharap juga seperti itu. Andai Aihara ada di sini, mungkin dia akan senang dengernya." Diki menjabat tangan Arlez dibalas antusias oleh cowok itu.
"Akhirnya kalian sadar juga," gumam Aiden yang ikut tersenyum melihatnya. "Sebagai sahabat dan kakak yang baik, pastinya gua seneng banget lihat momen seperti ini, apalagi Aihara nanti," kata Aiden kembali terharu melihat momen langkah seperti ini.
Ayu dan Kinara berpelukan bangga melihat anak-anak mereka bisa berdamai dan menjalin hubungan seperti mereka pada masanya. Dirga dan Dimas juga berjabat tangan dengan senyuman mengembang. Sementara Aiden dan Zero malah saling berpelukan melihat Arlez dan Diki yang bertos ria.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Brengsek [TAMAT]
Romance"Kakak brengsek!" "Iya emang gue brengsek! Gue bangsat! Dan gue bejat! Puas lo!" *** Arlezero Lintang Akbar, cowok tampan dengan sejuta pesona menyimpan sisi iblis tersembunyi. Sikapnya yang selalu bangsat dan suka semena-mena semakin membuat Arfist...
![Brother Brengsek [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/232824718-64-k730956.jpg)