30. Sama-sama Sakit

18.3K 1.3K 407
                                        

Ramaikan!

Ramaikan!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Arlez-

"Mau sedalam apa cinta kita dan sekuat apa kita ingin bertahan. Yang namanya cinta terlarang, akan sulit untuk dipersatukan. Walaupun bisa, mungkin hanya akan menambah luka."

***

Arlez keluar dari ruangan pribadi Dirga dengan mata memerah. Selepas tadi mengatakan bahwa Aihara hamil anaknya, tetap saja Dirga mengambil keputusan tanpa dia mau. Arlez tidak mau, dia tidak akan mau berjauhan dengan Aihara walau sedetik saja. Perkataan Dirga masih terngiang-ngiang di kepalanya. Tanpa sadar, air matanya menetes. Aihara adalah kelemahan dan kekuatannya. Demi hubungannya dengan Aihara, dia rela menuruti apa mau Dirga.

Arlez memasuki kamarnya dengan pikiran kalang kabut. Dia memasukan beberapa helai pakaian ke dalam tas dengan dada sesak. Cowok itu memakai hoodienya kemudia menenteng tas. Sebelum dia benar-benar pergi dan menghilang dari kehidupan Aihara. Arlez akan memberikan salam perpisahan untuk Aihara dan calon anaknya.

Arlez memasuki kamar Aihara. Arlez memejamkan matanya berusaha menghalau air mata yang siap terjatuh jika dia berkedip. Arlez memeluk tubuh Aihara yang tengah tertidur lelap. Setelah puas, Arlez mengecup seluruh wajah Aihara tanpa ada yang terlewatkan. Kemudian, Arlez mengecup dan mengusap perut datar Aihara. Tangan Arlez bergetar, sebejat apa pun Arlez, dan segalak apa pun Arlez. Dia akan menitikan air matanya untuk wanita yang dia sayang, Aihara.

"Gue pergi. Jaga diri dan anak kita baik-baik. Jaga hati juga, ya, Ai. Bukannya gue jadi pengecut, tapi gue lakuin ini semua demi kita. Kalau nanti gue gak kembali lagi, lo bebas menata hidup lo lagi. Gue sayang lo, sayang banget Aihara. Arfista Strerlin Aihara."

Arlez mengamati wajah Aihara. "Ternyata bener, kita enggak akan pernah bersatu Ai. Hubungan kita cuma angan-angan yang gak mungkin bisa kita jadiin nyata. Kamu dan aku tidak akan pernah menjadi kita." Arlez menjeda sebentar ucapannya. "Bukan hanya keluarga, tapi semesta juga gak mendukung hubungan ini. Gue harus apa, Ai?"

Arlez mengusap air matanya yang tanpa sadar menetes di pipi Aihara. "Jangan nakal, jangan cengeng, dan jangan manja lagi, ya. Lo hanya boleh manja ke gue, jangan cowok lain." Arlez melirik pergelangan tangannya. "Kayaknya kita harus berpisah sekarang. Jangan nangis kalau gue pergi, lo gak pantes nangisin cowok brengsek kayak gue. Bye sayang," lirih Arlez mengakhiri ucapannya dengan mengecup dahi Aihara sekali lagi.

Arlez meninggalkan Aihara dengan berat hati. Cowok itu mengusap kembali air matanya. Ketika sudah di ambang pintu. Ada Dirga dan Ayu yang enggan untuk menatapnya. "Arlez pergi. Ingat, Ma, Pa. Sejauh apapun kalian jauhin kita, Arlez tetep cinta sama Aihara. Arlez cuma minta, jaga Aihara. Arlez sayang sama dia, selamanya." Arlez menatap Dirga dan Ayu sebentar kemudian melenggang pergi.

Brother Brengsek [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang