"Kakak brengsek!"
"Iya emang gue brengsek! Gue bangsat! Dan gue bejat! Puas lo!"
***
Arlezero Lintang Akbar, cowok tampan dengan sejuta pesona menyimpan sisi iblis tersembunyi. Sikapnya yang selalu bangsat dan suka semena-mena semakin membuat Arfist...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Abijar & Aihara-
"Aku mempunyai satu hati yang utuh. Bukan hanya setengah hati. Maka dari itu, cintaku ke kamu utuh, bukan setengah-setengah."
***
Anggota Devhells yang berjumlah seratus lima puluh orang itu tengah berkumpul di warung joker, alias warung jomblo kere. Geng yang diketuai oleh Arles dan di wakili oleh Abijar berjalan dengan lancar selama kurang lebih dua tahun ini.
Geng yang didirikan lebih dari sepuluh tahun yang lalu dengan pendiri bernama Marcus berhasil maju pesat seiring berjalanya waktu. Devhells sendiri di ambil dari singkatan 'Devil Hell' yang bearti, neraka para iblis.
"Ngobatinnya pelan-pelan anying!" Arfan mendorong tangan Aiden yang dengan baik hati bersedia mengompres bekas bogeman Arles siang tadi.
Aiden terkekeh melihat wajah membiru sahabatnya itu. "Makanya, lain kali kalau mau cari masalah lihat orangnya dulu. Beruntung cuma di bogem, gimana kalau lo di gantung dari lantai empat?" Arfan bergidik ngeri membayangkan dirinya digantung hingga mati di lantai empat.
Darell terkekeh dengan menyesap kopi susu pesananya. "Lain kali jangan cuma di peluk. Sekalian cium Aihara di depan Arlez. Gue yakin, besoknya tinggal nama." Darell terkekeh melihat wajah Arfan yang tidak bersahabat.
"Bisa-bisa langsung gempar SMA Galaxy kalau ada yang kayak gitu," timpal Rafa ikut nimbrung.
Wajah Arfan semakin pucat dibuatnya, demi apa? Dia masih ingin hidup lebih panjang menikmati masa-masa mudahnya. Dia juga Sadar belum mampu membahagiakan orangtuanya. Apalagi, dosanya menumpuk seperti gunung.
Padahal dirinya tadi tidak sengaja mendengar jeritan Aihara dari balik ruangan khusus Arlez. Dan bodohnya, cowok itu lupa mengunci pintu ruangan. Karena penasaran, Arfan memilih mengendap-endap melihat apa yang terjadi. Sampai di dalam, mulutnya menganga lebar melihat pemandangan yang ada di depannya. Di depan sana Arlez mencium bibir Aihara dengan satu tangan yang meremas aset atas Aihara.
Melihat itu Arfan segera menarik Arlez lalu memeluk Aihara yang ketakutan. Namun sayang, wajah tampanya harus hancur di tangan Arlez. Malang sekali nasibnya.
"Udah, Bang. Kasihan itu Bang Arfan udah mau nangis. Gak punya permen lagi," ujar Sendi membela sekaligus menghina seniornya itu.
Arfan semakin terpojok. "Rasanya gue seperti anak tiri deh. Gak ada yang peduli sama gue," ujar Arfan mendramatisir.
Rafa melemparkan kulit kacang tepat di wajah Arfan. "Lo gak ada bakat akting! Jadi, jangan sok-sokan berdrama kayak yang di ikan terbang. Gaya akting lo anjlok!"