49. Pilihan Sulit

14K 1.3K 1.1K
                                        

Happy reading..

-Aihara-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Aihara-

"Selagi masih ada kesempatan, gunakan dengan sebaik mungkin. Jangan sampai kamu menyesal karena mengabaikan kesempatan tersebut."

***

Kaki Aihara terasa lemas, napasnya terasa berat hingga kakinya tidak bisa menahan berat badanya. Aihara terduduk di sofa dengan mata yang tidak pernah lepas dari pandangan yang ada di depan. Arlez seperti tidak menghargai kehadiranya, cowok itu masih saja bermain bersama bocah laki-laki yang memanggilnya dengan sebutan Papa. Hingga setetes kristal bening membasahi pipi mulus Aihara, tepat saat itu, Arlez menoleh dan langsung membeku melihat tatapan kosong yang dia dapat dari mata Aihara.

"Ai...," lirih Arlez menurunkan bocah laki-laki itu dalam gendonganya. Jantungnya berdetak dua kali lipat dengan keringat dingin yang mulai terlihat jelas. Arlez berjongkok di hadapan Aihara dengan wajah pucatnya, senyum yang tadinya sempat ada mendadak surut digantikan wajah panik dan juga takut.

"Kita perlu bicara," bisik Aihara dengan lirih. Ia melangkah menuju kamar meninggalkan Arlez yang masih menunduk dengan wajah pucatnya.

Arlez bangkit, cowok itu menatap Brinda yang tengah menidurkan anak mereka di sofa yang tidak jauh darinya. Brinda tersenyum. "Selesaikan semuanya, gak akan ada lagi yang perlu di tutup-tutupi soal hubungan kita."

Memilih tidak menjawab, Arlez mengikuti Aihara di kamar. Cowok itu mengunci pintu, menghampiri Aihara yang berdiri sembari menempelkan telapak tangannya di depan jendela kaca yang menghadap ke taman. Tidak ada tangisan di mata Aihara, semuanya disembunyikan rapat-rapat membuat hati Arlez berdenyut perih.

"Jelasin," tegas Aihara dengan nada lembutnya. Senyuman tulus justru membuat jantung Arlez semakin berdebar. "Aku kasih kesempatan buat jelasin semuanya. Jangan ada yang ditambah atau dikurangi. Biar semuanya jelas Arlez. Aku minta sama kamu, tolong jelasin siapa anak tadi."

Lidah Arlez terasa keluh, mata cowok itu terpejam bersamaan dengan napas berat yang keluar dari mulutnya. "Dia anak gue sama Brinda, namanya Adlard."

Aihara memalinkan wajahnya ketika Arlez menatapnya, ia mengusap perutnya dengan hati yang terasa diiris pisau. "Sejak kapan?" tanya Aihara dengan suara parau.

"Sejak dua tahun yang lalu. Di mana gua sama Brinda khilaf di hotel. Sejak kejadian itu, Brinda hamil, gua panik. Brinda kira, gua gak bakal tanggung Jawab, dia pergi ninggalin gua, dia pergi ke Amerika. Gua frustasi, gua nyesel karena gak ada di saat dia butuhin gua. Gua marah, dan semuanya gua lampiasin ke lo, tapi sialnya gua malah jatuh cinta sama lo, dan sekarang semuanya kacau. Lo hamil anak kita, dan bersamaan dengan itu Brinda sama Adlard balik."

Brother Brengsek [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang