Hallo besti, ada yang masih nyimpen cerita ini di Wattpad kalian? eh tapi memang jaman sekarang masih ada yang baca Wattpad😭 tapi ITS Okay, aku tetep setia dengan Wattpad🤣
happy reading guys!!!
Setelah seminggu terbangun dari komanya, Aihara merasakan badanya jauh lebih baik daripada sebelumnya, tanganya masih menggendong bayi merahnya yang nampak tertidur pulas di pangkuannya. Aihara juga menatap di mana Arlez tertidur di sampingnya dengan wajah lelah.
Setelah mendengar kabar kematian Brinda seminggu yang lalu serta membaca surat peninggalan Brinda membuat Aihara lebih legowo menerimanya. Aihara juga menatap anak kecil yang tengah tertidur di sofa rumah sakit dengan sangat nyaman meskipun tanpa pelukan.
Aihara tidak membenci Adlard, Aihara sangat menyayangi Adlard sama seperti sayangnya kepada putri kecilnya Belva. Keputusan untuk menerima Arlez kembali masih ada, hanya saja kali ini Aihara sangat tegas dengan semuanya. Aihara bahkan sempat meminta surat perjanjian di atas materai untuk memberi kesempatan terakhir pada suaminya itu.
Gerakan halus putrinya membuatnya tersadar dari lamunan. Wanita itu tersenyum kecil melihat Belva yang membuka matanya perlahan. "Good morning princess nya Mama," sapa Aihara mengelus pipi Belva dengan sayang.
Belva tersenyum kecil setelahnya menutup matanya kembali, Aihara yang gemas memilih untuk mencium putrinya dengan lembut. Gerakan di samping kasurnya ikut membuatnya menoleh, Arlez membuka matanya perlahan dengan senyuman kecil.
"Pagi Ai," sapa Arlez mengelus lembut pipi Aihara. Aihara sempat menghindar kecil merasakan sentuhan yang sempat asing untuk beberapa saat.
Aihara tersenyum kaku, menerima Arlez kembali mungkin dia masih bisa, tapi untuk beradaptasi lagi dengan sentuhan itu, rasanya agak risih mengingat tubuh itu pernah menikmati wanita lain selain dirinya. Arlez menatap Aihara dengan datar, merasakan penolakan dari Aihara untuk yang keberapa kali.
"Lo masih sejijik itu sama gue ya, Ai?" Arlez menatap manik mata Aihara dengan tatapan nanar. "Gua benar-benar minta maaf dengan semua yang udah gue perbuat. Gue ngerti banget Lo Nerima gue secara perlahan, tapi gue orangnya gak sabaran."
Aihara menelan ludahnya dengan susah payah. "Aku gak mau secepat itu buat menerima setelah semua apa yang terjadi sampai hampir merenggut nyawaku sendiri. Dan tolong jangan paksa aku," cicit Aihara memalingkan wajahnya dari hadapan Arlez.
"Gue sayang Lo, Ai." Arlez menatap mata Aihara dengan sangat dalam.
Belum sempat Aihara menjawab, Kinara masuk untuk mengambil alih Belva dari gendongan Aihara, sementara Zero mengambil Adlard yang masih tertidur pulas. Kinara sempat menatap Arlez dan Aihara bergantian, wanita itu akhirnya menghela napas pelan.
"Selesaikan urusan kalian, kalian tahu mana yang terbaik untuk saat ini. Kita semua hanya menghargai keputusan kalian." Kinara menatap putrinya dengan lembut. "Ai, apa yang membuat kamu tidak nyaman, kamu wajib tegas dengan keadaan." Kinara mengelus putrinya dengan penuh kasih sayang.
"Makasih Ma," ujar Aihara sebelum Kinara benar-benar menghilang dari ruangan itu.
Kini tinggalah mereka berdua di ruangan itu. Arlez menggenggam tangan Aihara membuat wanita itu agak sedikit kaget. Arlez menjajarkan tubuhnya dengan Aihara, lebih tepatnya berdiri di samping wanita itu. Hembusan napas Arlez bahkan mengenai pipi Aihara yang terasa begitu hangat.
"Hubungan kita udah terlalu jauh Ai. Lo gak bisa jauh dari gue, begitupun sebaliknya. Dari kecil kita udah tinggal bareng, semuanya serba bareng, hingga perasaan kita muncul dengan sendirinya. Dan gue sangat yakin perasaan Lo ke gue gak akan hilang sampai kapanpun."
Aihara terkekeh pelan. "Perasaan bisa hilang ketika seseorang mati rasa," jawab Aihara membuat Arlez terdiam.
"Tapi sayangnya perasaan Lo ke gue belum hilang sampai sekarang," bantah Arlez mengamati lekat wajah pucat Aihara.
Aihara tersenyum sinis. "Jangan sok tahu!"
Arlez mengangkat senyumnya lebih tinggi. "Gue sangat tahu," balas Arlez menghadapkan wajah Aihara menatapnya. Tanpa babibu lagi, Arlez melumat bibir Aihara yang begitu dia rindukan belakangan hari terakhir.
Aihara yang kaget dengan perlakuan Arlez mencoba mendorong pria itu, tapi tetap saja kekuatanya kalah besar. Arlez tidak peduli Aihara menolaknya atau tidak, yang penting hasratnya sudah terpenuhi.
"Inget Ai, gua orangnya masih gak Nerima penolakan, dan sifat gue masih sama, gue masih egois." Arlez kembali membuat Aihara tidak bisa berkutik.
Aihara menghela napas kasar, mungkin sepanjang hidupnya akan berakhir sepasrah ini. Dari dulu hidupnya memang sudah di kendalikan oleh Arlez. Melihat Aihara yang nampak pasrah terhadapnya, Arlez menyunggikan senyum miringnya.
"Good girl."
Sekian-
tadinya kepikiran mau buat season 2 brother brengsek, tapi kok kayak mager gitu ya woi😭udahlah nanti lagi aku pikirkan mau bikin cerita apa di Wattpad ini.
ADA YANG MASIH NYIMPEN CERITA BROTHER BRENGSEK TAH?
BTW, KALIAN BACA JUGA YA CERITAKU YANG LAIN, IKUT MERAMAIKAN GITU.
KOMEN DONG KALIAN MAU ADA SEASON 2 ATAU MAU BIKIN CERITA BARU!!!!
JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE DAN KOMENYA YA, PEMBACA SETIAKU😍
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Brengsek [TAMAT]
Romance"Kakak brengsek!" "Iya emang gue brengsek! Gue bangsat! Dan gue bejat! Puas lo!" *** Arlezero Lintang Akbar, cowok tampan dengan sejuta pesona menyimpan sisi iblis tersembunyi. Sikapnya yang selalu bangsat dan suka semena-mena semakin membuat Arfist...
![Brother Brengsek [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/232824718-64-k730956.jpg)