"Kakak brengsek!"
"Iya emang gue brengsek! Gue bangsat! Dan gue bejat! Puas lo!"
***
Arlezero Lintang Akbar, cowok tampan dengan sejuta pesona menyimpan sisi iblis tersembunyi. Sikapnya yang selalu bangsat dan suka semena-mena semakin membuat Arfist...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Arlez-
"Jangan menilai dari sifat, kadang sifat tidak sesuai dengan perbuatan seseorang."
***
Markas Devhells kembali ramai, setelah pulang sekolah mereka berniat nongkrong juga membahas tentang masalah Devhells. Sejauh ini, masih aman dan terkendali, hanya saja berjaga-jaga jika ada sesuatu yang menyerang secara mendadak. Apalagi, masalah Aiden dan juga Nanda yang tak berujung membaik, hingga sampai detik ini mereka berdua sama sekali belum mau bergabung seperti dulu. Jika ada Nanda, maka Aiden yang menyingkir, dan jika ada Aiden, Nanda yang akan menyingkir.
Namun kali ini semuanya berkumpul menjadi satu, melupakan masalah yang mereka alami sebelumnya. Ingin merasakan kehangatan seperti yang dahulu-dahulu. Banyak yang membawa pasangan masing-masing dan banyak juga yang menggigit jarinya karena jomblo. Musik yang di nyalakan Rafa tidak terlalu keras karena cowok itu dalam mode galau karena merasa terancam dengan kedekatan Berly dengan cowok sebelah, kapten basket.
Cowok itu juga termasuk salah satu anggota Devhells. Maka kesempatan antara Berly dan Aldi kemungkinan akan semakin dekat. Menurut kabar yang beredar, Aldi pernah menjalin cinta dengan Berly sewaktu SMP dulu. Rafa semakin kalut, cowok itu frustasi bukan main. Matanya melirik horor ke arah Berly dan Aldi yang tengah tertawa bersama tanpa memikirkan perasaannya yang kacau balau.
Rafa berdecak kesal.
Sial.
"Gua tandain muka lo, Al. Awas aja, sampai kalian berdua balikan, gua telen lo idup-idup!" tekan Rafa mengepalkan tangannya kesal. Cowok itu bergumam lirih dengan napas memburu. "Lagian tuh cewek gatel banget sama siapa aja mau, gantengan juga gua daripada Aldi. Buta tuh mata dia, gua yakin pasti tuh mata katarak."
"Mata siapa yang katarak?" Rafa terperanjat kaget lantaran tangan Qila bersandar di pundaknya. Qila mesem-mesem tidak jelas melihat arah Berly dan juga Aldi. "Ekhm. Ada yang cembokor nieh ya!" seru Qila heboh.
"Berisik lo!" kesal Rafa menekuk wajahnya.
"Gua bilangin ya kalau lo lagi cemburu." Qila mengancam dengan wajah sangarnya.
"Gak usah kaya babi!"
"Berly! Abang gua cemburu nih!" teriak Qila langsung kabur ketika Rafa hendak berlari mengejarnya. Berly yang tengah berbicara dengan Aldi langsung menoleh cepat ke arah Rafa.
Rafa salah tingkah. Cowok itu menggaruk hidungnya gerogi. "Bukan. Siapa juga yang cemburu. Najis banget gak sih cemburu sama mantan?"
"Gua juga gak mau ya lo cemburuin, alergi!" tekan Berly kesal dengan Rafa.