41. kangen

15.6K 1.1K 435
                                        

Happy Reading...

Kenapa sih di ulang-ulang terus! Stop deh, kalian gak tahu, berada di posisiku, jadi jangan banyak ngehujat yang malah menjatuhkan mental orang! Cukup ikuti saja cerita ini, gak suka silahkan, out!

Kenapa sih di ulang-ulang terus! Stop deh, kalian gak tahu, berada di posisiku, jadi jangan banyak ngehujat yang malah menjatuhkan mental orang! Cukup ikuti saja cerita ini, gak suka silahkan, out!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Arlez-

"Lebih baik kehilangan yang tidak pasti dari pada yang pasti. Begitu pula dengan aku yang rela melepas dia demi kamu."

***

Zero menerbitkan senyumnya di depan cermin dengan kekehan kecil. Cowok itu memasang dasinya dengan senyum-senyum tidak jelas. Bibirnya terasa berkedut mengingat momen manisnya bersama Qila. Zero mengacak rambutnya frustasi hingga jambulnya berantakan. Satu lemparan di kasur membuatnya makin tersenyum senang. Zero berlari ke atas kasur, berguling, dan kadang memegang pipinya yang terasa kram.

"Anjir! Ternyata gini rasanya bucin?" Zero bertanya tak habis pikir. Pipinya terasa panas walau hanya mengingat perlakuan kecil yang Qila berikan. "Sumpah, ini bukan gua banget. Kaya cewek anjir!" umpat Zero kelabakan di tempat.

Zero bersiul lirih, hingga siulanya terhenti dengan kedatangan Arlez. Arlez menatap Zero dengan tajam. Arlez melemparkan tas miliknya tepat di wajah Zero. Zero tertawa santai. "Pelan woy! Lo emang gak bisa santai-lah anjing!" Zero mengumpat kesal melihatnya.

"Lo bukan Aihara yang bisa gua santai-in!" kesal Arlez nelotot.

Zero berdecih sinis. "Apanya yang lo santain anjing! Lo kalau gituan sama Aihara aja ngegas!" Zero berujar mengejek.

"Bacot!" Arlez memakai hoodie miliknya dan memakai sepatu pemberian Aihara. "Gua kangen sama cewek gua, sama anak gua juga!"

Zero menaikan sebelah alisnya menggoda. "Yakin lo mau ketemu sama anak lo? Gua sih gak yakin, pasti lo bakalan minta jatah, kan? Secara nih lo udah lama banget gak n-

Bugh!

"Keparat!" Arlez menimpuk kepala Zero menggunakan bantal guling. Arlez meraup wajahnya. Cowok itu menatap Zero dengan bengis. "Untung lo kakak gua, kalau bukan udah gua penggal kepala lo."

"Ogah! Najis banget gua punya adik goblok kaya lo."

"Sialan lo!" umpat Arlez menyisir rambutnya yang berantakan. Arlez menyemprotkan minta wangi ke tubuhnya. Membuat Zero menaikan alisnya melihat bagaimana adiknya itu berdandan.

"Anjir kaya cewek lo bangsat!"

Lirikan mata Arlez membuat Zero semakin terpingkal di buatnya. Cowok itu bangkit, mengambil foto Aihara yang berada di dalam tas milik Arlez. Zero hampir saja menyemburkan tawanya melihat foto Arlez bersama dengan Aihara. Senyuman miring tercetak jelas di wajah Zero.

Brother Brengsek [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang