16. Devhells Vs Blackdark

26.4K 1.8K 399
                                        

⚠Budayakan vote sebelum membaca!⚠

⚠Budayakan vote sebelum membaca!⚠

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Arlez-

"Merah bukan darah. Retak bukan kaca. Dan menetes tapi bukan hujan."

***

Deru knalpot saling bersahut-sahutan di bawah sinar sang rembulan. Dua geng motor dengan lambang jaket berbeda beradu dengan tatapan bengis. Yang satu menggunakan jaket levis berwarna hitam dengan bertulisan Devhells di bagian belakang. Satunya lagi dengan jaket bertulisan blackdark.

Brum! Brum!

Suara geberan gas saling bersahut-sahutan menimbulkan asap knalpot yang memenuhi jalanan. Paling depan ada Arlez sebagai ketua Devhells dengan Diki sebagai ketua blackdark.

"Serang!" seruan Diki membuat dua geng motor itu saling menyerang.

Dua geng motor itu saling menggesek dan mendorong dengan kekuatan kaki agar sangat lawan merasa kewalahan. Belum lagi ditambah adegan track yang makin membuat jantung berdebar.

Bugh!

Arlez meloncot dari motor menendang tubuh Diki hingga motornya oleng. Setelah itu Arlez kembali duduk di motor dengan gerakan meloncat dari motor Diki ke motornya. Diki menggeram kesal, cowok itu memutar motornya hingga ban belakang dengan aspal saling bergesekan.

Sret!

Motor Arlez dihantam dengan kuat oleh Diki. Hingga motor itu oleng menabrak Abijar yang tengah bertarung dengan Dimas. Mereka berdua terpental cukup jauh menimbulkan senyum miring di bibir Diki.

Arlez dan Abijar bangkit. Menaiki motor kembali, mengejar Diki lalu menabraknya dari samping. Sekarang giliran Diki yang terpental jauh dengan darah keluar cukup banyak.

Brak!

Dari arah belakang, Arfan menyerempet motor Tomy hingga terpental. Blackdrak sudah banyak yang tumbang dengan motor hancur tidak karuan. Apalagi Diki, Dimas, dan juga Tomy yang nampak lemah.

"Mantap!" seru Darell menepuk tanganya. Walau pun motornya sudah banyak goresan, tapi mana dia peduli. Padahal, jika dirinya pulang dengan motor remuk, orangtuanya pasti akan mencak-mencak lalu mengusirnya dari rumah. Ditambah lagi hukuman pukulan sapu dari Ihujya yang membuatnya makin meringis jika mengingatnya.

"Lagi-lagi! Tarik terus!" Aiden menarik gasnya kembali menghantamkan badan motor ke motor lawan. "Anjay motor gue!" pekik Aiden melihat sayap depanya hampir terlepas. Mungkin setelah ini, Aiden harus berdoa agar tidak kena amuk oleh kedua orangtuanya yang galaknya luar biasa.

Brother Brengsek [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang