[R13+] Acha Aurelia-gadis cantik, pintar, dan berprestasi-jatuh hati kepada seorang Angga Alexander Putra sejak ia duduk di bangku SMP. Namun, ia memutuskan untuk memendam perasaannya. Setelah Acha divonis mengidap penyakit kanker otak stadium empat...
Sabtu pagi, Acha sudah berada di rumah sakit untuk melakukan kemoterapinya yang kedua. Acha diantar oleh kedua orangtuanya. “Cha, kamu sudah siap?” tanya Dokter Irfan.
“Bisa, Cha. Kamu harus semangat dan banyak berdoa. Sekarang kita mulai ya proses kemoterapinya.”
Proses kemoterapi dimulai. Andreas dan Anna menunggu di luar ruangan. “Pa, apakah Acha akan sembuh? Mama nggak mau kehilangan Acha.”
“Acha pasti sembuh, Ma. Kita banyak berdoa saja ya!”
** Angga sedang berada di rumah sakit untuk mengantar kakaknya. “Bagaimana kondisi lo sekarang, Kak? Masih sesak?”
“Puji Tuhan, Ga. Gue sudah mendingan. Kan dokter juga sudah bolehin gue pulang.”
“Syukurlah, lo bikin gue khawatir saja. Makanya kalau punya asma inhaler jangan sampai kehabisan. Untung saja kantor Papa dekat rumah sakit.”
“Iya, iya. Maaf, bikin lo khawatir.”
“Ya sudah, lo tunggu di sini sebentar. Gue urus administrasi dulu.”
“Iya, jangan lama-lama.”
Angga keluar ruangan dan segera mengurus administrasi kakaknya. Setelah semua urusan selesai, ia kembali ke ruangan kakaknya. “Semuanya sudah beres. Ini gue juga sudah beli inhaler buat lo.”
Anggi mencari Instagram Acha melalui daftar followers Instagram Angga.
“Nah, ketemu. Acha_Aurelia. Follow deh. Hmm, jago juga lo cari pacar. Cantik. Ini kan cewek yang jalan sama lo waktu itu. Ternyata dia orangnya.”
** Beberapa jam kemudian, Acha telah selesai menjalani proses kemoterapinya yang kedua. Seperti minggu kemarin, tubuh Acha sekarang lemas dan terbaring di ruang perawatan. “Ma, Acha pengen sembuh. Acha nggak mau kemoterapi terus-terusan. Kemoterapi nggak enak, Ma.”
“Kamu yang sabar ya! Acha pasti sembuh. Oh, iya tadi Mama ketemu Angga di rumah sakit ini.”
“Hah? Angga di rumah sakit ini? Angga tahu Acha sakit?”