*10*
Selesai makan malam tadi Taeyong membawa Jaemin ke kamarnya, membiarkan Jaehyun dan Jeno membereskan ruang makan. Taeyong penasaran pada sosok manis yang merupakan adik dari atasannya itu.
"Nana" Jaemin menatap Taeyong, dia tidak paham kenapa hyung dari Jeno ini tiba-tiba menariknya.
"Iya hyung, ada apa?" tanyanya.
"Nana bagaimana bisa kenal dengan Jeno?" tanya Taeyong.
"Maksud hyung, bagaimana bisa kalian dekat?" Jaemin terdiam sebentar, mengingat bagaimana dia dan Jeno bisa dekat.
"Tidak ada yang istimewa hyung, dia menemaniku sekaligus mengantarku sampai rumah, lalu sejak saat itu kami mulai dekat. Awalnya sih kami seperti kucing dan tikus, ribut terus, masalah sepele aja bisa kami ributkan, begitu." jawab Jaemin, Taeyong mengangguk paham.
"Memangnya ada apa hyung?" tanya Jaemin, Taeyong menggeleng.
"Aku tidak pernah melihat dia begitu cepat akrab dengan orang asing, temannya hanya Renjun, Yangyang, dan Shotaro. Oh juga sepupu kami Haechan, begitu pula dengan pegawai cafe, hanya itu, selebihnya dia akan menutup diri." jawab Taeyong, menjelaskan sikap adiknya.
"Begitukah? Aku tidak tahu, aku kira dia punya banyak teman." ujar Jaemin.
"Sayangnya tidak, Nana sendiri temannya apa banyak?" Jaemin menggeleng.
"Temanku cuma Mark hyung, Kris hyung, Luhan hyung dan anak mereka." Taeyong yang mendengar itu pun terkejut, karena pikirknya Jaemin sama dengan Sehun. Sehun itu meski berwajah dingin, dia punya banyak relasi yang akan dengan suka rela membantunya.
"Ah maaf, aku kira kau sama seperti Sehun hyung yang punya banyak teman." Jaemin menggeleng.
"Sejak kecil aku sendirian hyung, temanku hanya Sehun hyung, lalu saat aku di Amerika, ada Mark hyung yang mau menjadi temanku, kesehariannya itu menceritakan sosok Haechan, aku bahkan bisa melihat fotonya di ponsel dan dompet Mark hyung." ujar Jaemin.
"Mark memang secinta itu pada Haechan, tapi kadang dia juga tidak peka. Tapi mereka punya hubungan yang manis sih." timpal Taeyong.
"Lalu, Jaemin ke Amerika untuk apa?" tanya Taeyong.
"Operasi, tepatnya operasi mata, aku sempat kecelakaan dan kehilangan penglihatanku." jawab Jaemin dengan nada pelan, Taeyong yang mendengar itu segera meminta maaf, dia tidak tahu kalau pertanyaannya membuka luka lama Jaemin.
"Maaf, maafkan aku Nana-ya" Jaemin menggeleng.
"Tidak apa hyung, tenang saja." ujar Jaemin menenangkan.
"Oh ne, kau tahu kalau Mark akan ke Korea?" tanya Taeyong mengalihkan pembicaraan, dan Jaemin tidak mempermasalahkan itu.
"Tidak tahu, memang Mark hyung bilang pada hyung?" tanya Jaemin balik.
"Dia bilang pada Haechan, dan karena itu Haechan memaksa Jeno dan Renjun untuk membantunya. Sebenarnya, Mark kembali minggu lalu, tapi karena katanya ada kendala dia baru akan kemari minggu ini." jelas Taeyong.
"Woaahh~ benar-benar si gila semangka tidak memberitahuku!" kesal Jaemin. Dia segera mencari kontak Mark dan mengirim pesan penuh kekesalan pada orang yang sudah ia anggap hyung sendiri itu. Taeyong hanya terkekeh gemas melihat si manis yang mengirim pesan dengan penuh gerutuan.
"Nana" Jaemin segera meletakkan ponselnya dan menatap Taeyong.
"Ada apa hyung?" tanya Jaemin.
"Jika, Jeno menyukaimu, apa yang akan kau lakukan?"

KAMU SEDANG MEMBACA
[HUNKAI-NOMIN] HAPPINESS
FanfictionKebahagiaan yang diharapkan oleh kakak beradik Oh, Oh Sehun dan Oh Jaemin. ⚠️🅱️❌🅱️⚠️ ‼️DON'T LIKE DON'T READ‼️ HUNKAI-NOMIN Start : 18/03/2021 End. : -