*11*
Sehun menghela nafas, dia baru saja menerima telpon dari Jeno yang menceritakan tentang kejadian yang menimpa Jaemin. Sehun benar-benar tidak habis pikir dengan ibunya.
"Tidakkah setidaknya dia bisa memuji Jaemin sedikit saja?" gumam Sehun frustasi. Jaemin selalu ingin berusaha yang terbaik agar setidaknya ayah dan ibunya mau meliriknya. Sehun tahu kalau ayahnya sebenarnya sayang pada Jaemin, hanya tidak tahu cara menyampaikannya, sedangkan ibunya, sama sekali tidak pernah melihat Jaemin selain sebagai anak yang lahir karena ketidak sengajaan.
"Sesuatu terjadi?" Sehun menatap Chanyeol dan Baekhyun yang baru saja datang dan menemaninya menjaga Jongin.
"Begitulah" jawab Sehun atas pertanyaan Chanyeol.
"Jaemin?" tanya Baekhyun, dan Sehun hanya memberikan anggukan.
"Lalu sekarang Jaemin sendirian di rumah?" tanya Baekhyun lagi.
"Tidak, dia ditemani Jeno, adik Taeyong sekaligus pegawaiku di cafe." jawab Sehun sembari menyandarakn tubuhnya di sofa.
Sebentar lagi sudah masuk jam makan siang, tapi Sehun sama sekali tidak lapar, sarapan saja dia hanya makan sedikit saja. Dia tidak tenang sebelum Jongin membuka matanya. Sudah orang yang dicintainya sedang tertimpa musibah, sekarang adik manisnya kembali diuji dengan kehadiran ibu mereka.
"Ck, kalau sudah menikah yasudah, tidak usah muncul lagi, bikin kesal." Sehun bangun dari duduknya dan hendak keluar kamar.
"Hyung titip Jongin, aku pergi cari angin dulu." Chanyeol dan Baekhyun mengangguk. Tepat setelah Sehun keluar, Jongin menggerakkan jemarinya.
***
Jaemin baru saja tertidur setelah Jeno memeluknya di atas kasur. Menenangkannya kembali. Jeno yang melihat Jaemin sudah tenang, mulai melepaskan pelukannya perlahan dan pergi ke lantai bawah.
"Jaemin suka coklat tidak ya?" gumam Jeno. Dia ingin buat sesuatu untuk menghilangkan kesedihan si manis.
"Aku muffin saja bagaimana ya?" Jeno pun membuka almari es di kediaman Oh dan menemukan ada buah pisang, persik, apel, dan lainnya. Jeno pun menutup lemari es itu dan pergi ke tempat penyimpanan bahan pangan, dia menemukan bahan-bahan untuk membuat kue. Bisa dikatakan lengkap.
"Aku buat banana muffin, peach muffin, dan apa lagi? pie apel?" Jeno masih berdiam diri di depan pintu ruang penyimpanan bahan pangan.
"Aku pesankan coffee caramel swiss roll sajalah, sekalian oreo ice cream cakenya." Jeno pun segera meraih ponselnya dan mulai memesan. Sembari menunggu pesanannya, Jeno membuatkan teh rosemary untuk Jaemin.
"Jeno" Jeno segera berbalik saat tehnya sudah selesai ia seduh. Dia menemukan Jaemin yang turun dan menghampirinya.
"Matamu bengkak" ujar Jeno.
"Banyak menangis" jawab Jaemin, si manis duduk di kursi dan menelungkupkan wajahnya.
"Minum dulu tehnya, biar moodmu kembali." Jeno meletakkan teh di depan Jaemin.
"Yeoksi, pekerja cafe memang hebat" gumam Jaemin, Jeno hanya mengusap kepala si manis. Saat Jaemin minum, Jeno menyiapkan kompres dingin setelah tadi ia sempat bertanya dimana letak handuk kecil yang masih bersih.
Jeno membawa baskom berisi air dingin dan sebuah handuk, lalu duduk di sebelah Jaemin. Teh Jaemin sudah habis.
"Sini hadap aku" Jeno segera merendam handuk ke dalam air dingin, setelahnya dia peras dan letakkan di mata Jaemin.
"Tunggu sampai sepuluh menit." Jaemin hanya menurut.
"Perasaanmu sudah membaik?" tanya Jeno.
"Lebih baik daripada sebelumnya, maaf membuatmu repot" ujar Jaemin, Jeno menghembuskan nafas lega.

KAMU SEDANG MEMBACA
[HUNKAI-NOMIN] HAPPINESS
FanfictionKebahagiaan yang diharapkan oleh kakak beradik Oh, Oh Sehun dan Oh Jaemin. ⚠️🅱️❌🅱️⚠️ ‼️DON'T LIKE DON'T READ‼️ HUNKAI-NOMIN Start : 18/03/2021 End. : -