H22

2.5K 399 29
                                    

*22*

Jaemin menunduk di depan kedua orang tua Jeno, kakinya bergerak resah, Jeno yang sadar itu hanya menepuk paha si manis dan menggenggam jemari lentik Jaemin. Semua yang dilakukan oleh Jeno terlihat oleh mata kedua orang tuanya. Ibu Jeno menghela nafas, calon menantu dan anak bungsunya ini satu tipe, sama-sama tipe yang akan memanjakan pasangan hidupnya dan tipe yang akan melakukan apapun untuk pasangan mereka.

'Apa memang dominan seperti ini? Aku rasa suamiku tidak seperti Jaehyun dan Jeno, atau mungkin aku saja yang tidak sadar?' batin Nyonya Lee sembari menggelengkan kepalanya sendiri.

"Jadi, kapan kau mengenalkan anak manis itu, Jeno-ya?" tanya Tuan Lee masih dengan tenang.

"Namanya Oh Jaemin, dia seumuranku, hanya lebih muda beberapa bulan dariku, hmm... bagaimana mengatakannya? Dia temanku." Taeyong nyaris menyemburkan minumnya saat mendengar Jeno mengatakan itu. Jaehyun menahan Taeyong yang hendak menimpuk adiknya sendiri.

"Teman?" tanya sang ibu tidak paham, Jeno mengangguk. Jaemin tidak tahu harus merasa apa, tapi rasa sedih menyerangnya.

"Ne, teman, teman hidupku maksudnya."

"LEE JENOOO!!!"

***

"Sehun, sampai kapan kau mau memelukku? Aku mau ke kamar mandi sayang~" Sehun dengan terpaksa melepaskan sang istri dan membiarkan sang istri pergi ke kamar mandi. Sehun lalu bangun dari posisinya dan duduk bersandar. Setelah pulang dari jalan-jalan tadi, dia jadi banyak berpikir, terlebih setelah mendengar Jeno membawa adiknya ke hadapan keluarganya.

"Ada apa? Masih memikirkan Jaemin dan Jeno?" tanya Jongin yang baru saja keluar dari kamar mandi dan kembali ke pelukan sang suami.

"Begitulah, aku berpikir apa aku benar-benar bisa merelakan adikku kepada Jeno?" tanya Sehun, Jongin terkekeh.

"Kau harus bisa, hanya Jeno yang bisa membuat Jaemin begitu nyaman, apa kau tidak pernah melihatnya?" tanya Jongin, Sehun menghela nafas.

"Bukan begitu sayang, hanya tidak rela saja adik manisku dibawa oleh Jeno." Jongin tertawa dibuatnya.

"Adikmu tidak mungkin selalu bersamamu, dia juga pasti akan hidup dengan pasangannya, lagipula nanti kau dan Jaemin juga masih bisa bertemu, dia tidak akan pergi jauh juga kan darimu? Adikmu juga masih butuh kau di dalam hidupnya, mengingat kalian hanya punya satu sama lain." ujar Jongin, Sehun memeluk sang istri erat, dia menghirup aroma manis dan menenangkan pasangannya.

"Kau benar, setelah Jaemin kembali, aku akan bicara dengan anak itu. Aku jadi cemas, adikku tidak akan diapa-apakan oleh Jeno kan?" Jeno itu tidak bisa ditebak, Sehun jadi cemas pada nasib adiknya.

"Tidak akan, Taeyong pasti juga akan memisahkan mereka berdua, lagipula sepertinya Jeno dan Jaemin akan menginap di kediaman Lee, di sana ada Tuan dan Nyonya Lee, aku yakin Jeno tidak berani macam-macam juga." ujar Jongin.

"Lagipula kalau dia benar-benar melakukan yang 'iya-iya' pada Jaemin, Jaemin juga tidak akan langsung hamil. Kecuali Jaemin adalah male pregnant yang subur, yang sekali melakukan langsung bisa membuatnya hamil satu bulan kemudian." bukannya semakin tenang, Sehun malah semakin khawatir, Jongin malah senang melihat wajah khawatir Sehun, karena itu lucu menurutnya.

"Sudah, Jeno akan menjaga Jaemin, ayo temani aku menonton." ajak Jongin.

"Menonton apa?" tanya Sehun penasaran.

"Annabelle, aku ingin menonton boneka lucu itu." mata Sehun melotot sempurna.

"Boneka horror begitu kau bilang lucu?" Jongin mengangguk, dia turun dari kasur.

[HUNKAI-NOMIN] HAPPINESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang