*15*
Jeno baru saja sampai setelah tadi sempat pulang sebentar untuk berganti baju dan pergi lagi untuk menjemput si manis yang minta ditemani pergi makan malam ke kediaman Kim.
"Sudah siap, Jaeminnie?" tanya Jeno, Jaemin mengangguk.
"Sehun hyung, Nana sama Jeno pergi dulu ya, jangan sering-sering main sama Jongin hyung, kasihan hyung manisnya Nana, oke? Paipai~" Jaemin pergi sembari merangkul lengan Jeno, mengabaikan Jongin yang merona, dan Sehun yang hanya bisa meringis.
"Dengar perkataan adikmu, Oh Sehun?" Sehun hanya tertawa kecil.
"Maaf sayang, tidak lagi, tapi tidak janji, kau kelewat menggoda" Sehun segera kabur setelah melihat Jongin hendak melemparnya dengan bantal sofa.
"OH MESUM SEHUNNNN!!!"
***
Berbeda dengan kondisi rumah, Jeno dan Jaemin tenang-tenang saja dalam perjalanan ke tempat yang sudah mereka janjikan dengan Tuan Kim. Tadi Tuan Kim ingin mengajak mereka makan malam di rumah, tapi rencana itu tidak jadi karena Tuan Kim tahu Jaemin pasti tidak akan nyaman, jadi beliau memindahkan tempat pertemuannya di sebuah restoran.
"Jeno" panggil Jaemin, Jeno berdehem sebagai respon, matanya fokus ke jalan.
"Jangan pergi dari sisi Nana ya?" Jeno terdiam mendengar itu, dan dia mengulurkan tangannya, lalu mengusap kepala si manis.
"Tidak akan, aku janji." Jaemin tersenyum manis.
Selama perjalanan, kepala Jeno terus teringat pembicaraannya dengan Sehun tadi saat Jaemin tidur di pangkuannya.
"Apa kau mencintai adikku?" Jeno terkejut mendengar itu, namun keterkejutan itu ia kendalikan dengan baik.
"Kenapa hyung bertanya begitu?" tanya Jeno. Sehun menatap sang adik yang masih lelap, nampak nyaman dibuai oleh Jeno.
"Karena jika memang kau tidak ada perasaan lebih pada adikku, berhenti, berhenti memberinya perhatian dan apapun itu yang membuatnya berharap. Aku tidak mau adikku terluka lagi. Aku tidak ingin adikku semakin tidak bisa mempercayai orang lain lagi." ujar Sehun. Jeno memandang Sehun dalam dia, dan menunduk melihat Jaemin yang tidur di pangkuannya.
"Aku mencintainya, dia satu-satunya namja yang membautku gila hanya karena tidak melihatnya sehari. Aku pernah berpacaran, dengan yeoja, tapi terakhir kali aku berkencan, aku dikhianati olehnya. Setelah itu aku tidak membuka hatiku sama sekali pada orang lain, tapi pada Jaemin? Berawal dari rasa ingin mengajaknya ribut setiap hari, menjadi rasa ingin melihatnya setiap hari. Aku ingin memilikinya untukku sendiri." ujar Jeno.
"Terdengar toxic untukku." timpal Sehun, Jeno terkekeh.
"Tapi aku tidak akan sekejam itu sampai membatasi dunianya, aku akan menghargai apapun itu yang dia lakukan selama dia bahagia. Hanya saja, aku tidak tahu perasaan adikmu padaku hyung, jadi ini cukup menyiksaku juga." ujar Jeno.
"Dia hanya mencarimu saat ada masalah, kau adalah orang yang ia cari saat dia butuh pelukan, dulu dia selalu mencariku, tapi aku tidak mengerti setelah dia mengenalmu, dia mulai mencarimu selalu. Dan aku menyadari itu. Jaemin adalah orang yang jika sudah nyaman dengan orang lain, maka dia akan terus berada di sisi orang itu." ujar Sehun.
"Jika aku asumsikan, Jaemin punya perasaan padamu, tapi dia tidak tahu mengenai itu, jadi tugasmu adalah bicara padanya, dan tuntun dia untuk mengerti perasaannya sendiri." lanjut Sehun, Jeno mengangguk kecil.
"Aku mengerti, terimakasih hyung."
"Jeno, kita kelewatan!" pekik Jaemin, Jeno yang tersadar dari lamunannya segera berhenti dan memutar mobilnya, kembali ke arah sebelumnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
[HUNKAI-NOMIN] HAPPINESS
FanficKebahagiaan yang diharapkan oleh kakak beradik Oh, Oh Sehun dan Oh Jaemin. ⚠️🅱️❌🅱️⚠️ ‼️DON'T LIKE DON'T READ‼️ HUNKAI-NOMIN Start : 18/03/2021 End. : -