H8

3.3K 501 25
                                    

*8*

Mungkin sudah dua minggu ini Jaemin tidak bertemu dengan Jongin lagi, bahkan nampaknya Jongin juga tidak datang berkunjung ke cafe lagi. Hyungnya juga selama dua minggu ini selepas sembuh sering banyak melamun.

Dua minggu lalu, hyungnya berhasil mendapatkan informasi pertambangan yang menjadi miliknya itu dan Tuan Choi, kuasa hukum kepercayaan keluarganya mengatakan jika tambang itu sampai sekarang masih belum disentuh oleh siapapun, Tuan Choi berusaha menjaga kelestarian di sekitar pertambangan tersebut. Lalu seminggu kemarin, Sehun hyungnya memutuskan untuk mengelola pertambangan itu, menjadikan batu-batu amethyst itu sebagai perhiasan dan beberapa ada juga yang diperjual belikan, tapi tidak semua akan digunakan, karena pertambangan itu akan dijaga juga kelestariannya. Hanya sebagian yang diambil. Sehun melakukan barter, jika dia menjual amethyst maka sebagai gantinya orang yang diajak barter memberinya emas atau jenis batu mulia lainnya, jika tidak mau maka Sehun tidak akan menjualnya. Sehun tidak mau rugi, jadi dia memanfaatkan itu.

Lalu baru dua hari lalu akhirnya Jaemin bisa mendapatkan nomor Park Jungsoo atau Paman Leeteuk, ternyata Paman Leeteuk mengelola perkebunan anggurnya menjadi perusahaan wine, dan untuk peternakan domba, awalnya Leeteuk tidak ingin memperjual belikan apapun, tapi melihat domba-dombanya gemuk juga menghasilkan susu melimpah, akhirnya Leeteuk memperjual belikan hasil perahan, mulai dari susu, keju, lalu bulu dombanya dia olah menjadi kain wol, juga dagingnya ia jual ke pasar, hotel, dan restaurant. Jaemin yang mendengar itu marah pada Leeteuk, dia tidak ingin daging domba dan bulunya dijual, tapi Leeteuk memberitahu jika perkembang biakan domba di peternakan sudah sangat banyak, jadi Leeteuk terpaksa menjualnya, lagipula untuk daging dan bulu domba Leeteuk tidak sering menjualnya, hanya jika memang diperlukan maka Leeteuk menjualnya. Akhirnya Jaemin membuat janji temu dengan Leeteuk minggu depan.

Kembali pada saat ini, Jaemin duduk di cafe sembari mengedit foto model yang minggu lalu berhasil ditemukan oleh Ten dan Johnny untuk mengenalkan desain baju mereka. Kim Jungwoo namanya. Seorang namja dengan postur tubuh tinggi, tegap, dan proposional. Sangat cocok menjadi model Johnny dan Ten.

TAK

"Jeno?" Jeno meletakkan secangkir espresso dan sepiring tiramissu.

"Untukmu" ujar Jeno, Jaemin mengerjap dan mengangguk kecil.

"Perusahaan tempat kerjamu sudah menemukan model?" Jeno duduk di depan Jaemin dan bertanya pada si pemuda manis.

"Ne, dan minggu lalu sudah mulai pemotretan, sekarang aku harus mengedit ini sebelum aku berikan pada pihak publikasi." jawab Jaemin.

"Oh ne, namja yang kemarin itu kekasih Taeyong hyung?" tanya Jaemin yang ingat jika kemarin dia sempat bertegur sapa dengan pemuda yang nampak dekat dengan Taeyong.

"Ne, kekasih Taeyong hyung, namanya Jaehyun hyung, waeyo?" Jaemin hanya menggeleng.

"Hanya memastikan saja, karena aku tidak pernah melihat Taeyong hyung dekat dengan orang lain selain pegawai di sini." ujar Jaemin.

"Ah ne, apa Jongin hyung pernah datang kemari?" tanya Jaemin saat ingat mengenai Jongin.

"Jongin hyung?" Jaemin mengangguk.

"Ah namja manis di rumahmu dulu itu?" Jaemin mengangguk lagi.

"Tidak tuh, kenapa?" tanya Jeno.

"Aku dua minggu ini tidak melihatnya, biasanya kan hyung akan menyempatkan diri untuk datang. Apa dia sibuk ya?" Jeno mengangkat bahunya acuh.

"Mungkin saja" ujar Jeno.

"Jeno-ya!" Jeno menoleh dan menemukan Renjun juga Haechan datang memasuki cafe.

[HUNKAI-NOMIN] HAPPINESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang