*17*
Pagi ini Jaemin bangun di pelukan Jeno, dia merasa nyaman dan aman setiap Jeno memeluknya. Dia tidak tahu, perasaan apa yang sebenarnya dia rasakan, tapi akhir-akhir ini setiap bersama Jeno, dia selalu tidak ingin melihat Jeno dekat dengan orang lain, bahkan dia tidak rela jika senyum Jeno juga diberikan pada orang lain selain dia. Dia tidak mengerti kenapa setiap dia ada masalah, dia akan selalu mencari Jeno, tidak mencari Sehun seperti sebelum-sebelumnya.
Jaemin menatap wajah Jeno yang nampak manis saat tidur, seperti bayi. Jaemin perlahan mengulurkan tangannya dan mengusap pipi Jeno dengan lembut.
"Hmmmm~" Jeno menggumam pelan, dia perlahan membuka matanya dan menemukan Jaemin dengan pipi chubby juga rambut hitam halusnya, berbaring di hadapannya.
"Nana?" panggil Jeno, Jaemin hanya tersenyum.
"Selamat pagi" sapa Jaemin, dia pun segera bangun, Jeno menyusulnya. Jaemin meraih segelas air dan meminumnya, tak lupa ia berikan gelas air yang lain pada Jeno.
"Aku mandi dulu" Jeno mengangguk. Selepas Jaemin pergi ke kamar mandi, Jeno turun dari ranjang dan keluar kamar, dia mau ke ruang laundry, dimana ia kemarin mencuci dan mengeringkan pakaian. Karena sudah kering, Jeno membawanya ke tempat setrika, dimana di sana ia menyetrika pakaian yang ia kenakan kemarin. Setelah itu ia kembali ke kamar Jaemin, dan si manis sudah siap dengan pakaian yang lebih baru. Jeno pun masuk ke kamar mandi Jaemin, di mana ia tak lupa dengan peralatan mandinya sendiri.
Jeno menghabiskan waktu selama kurang lebih lima belas menit, untuk mandi. Dia sekalian keramas, karena merasa kemarin dirasa rambutnya sudah mulai berminyak dan butuh segera untuk dikeramasi.
Selama Jeno mandi, Jaemin membereskan tempat tidurnya, tak lupa juga ia buka tirai sekaligus jendelanya. Kamar Jaemin tidak ada balkon, hanya kamar Sehun yang memiliki balkon yang menghadap ke area kolam renang. Jaemin juga mengatur suhu kamarnya, kemarin suhunya agak dingin, dan sekarang ia merubahnya menjadi lebih sejuk.
Saat Jeno keluar kamar mandi, dia melihat Jaemin menyapu kamarnya, Jeno pun hanya berdiri di tengah pintu, karena tidak mau air dirambutnya jatuh ke lantai.
"Jeno?" Jeno hanya tersenyum.
"Kau bisa gunakan hairdryer milikku." Jeno mengangguk dan segera pindah dari kamar mandi ke meja rias Jaemin. Jeno mengernyit, sepertinya Jaemin punya skincare dari satu merk yang sama, apa kulitnya sensitif? Aku pikir dia punya kulit normal, itulah kira-kira isi pikiran Jeno.
Tidak jauh beda dengan sang adik, Sehun juga membereskan kamarnya saat Jongin masih di kamar mandi. Dia membuka tirai sekaligus pintu balkon, agar anginnya masuk, merubah suhu ac menjadi lebih sejuk. Setelah Jongin selesai mandi, dia yang mandi, sedangkan Jongin melanjutkan beres-beres kamar, menyapu lantai dan menata kasurnya agar rapi kembali.
***
Jongin dan Jaemin sudah sibuk di dapur, sedangkan Sehun menyiram bunga di taman kecil mereka di samping rumah, sedangkan Jeno mencuci pakaian miliknya dan Jaemin, tadi Sehun juga mencuci pakaian kotor miliknya dan Jongin, karena banyak pekerjaan, Sehun setelah memutar mesin cuci meninggalkannya. Jeno yang mengambil baju Sehun dan Jongin lalu ganti memasukkan bajunya dan Jaemin. Sembari menunggu Jeno pergi ke garasi untuk memanasi mobil.
Pagi ini Jongin dan Jaemin berencana membuat kimchi, sup, gyeran mari, tahu dengan siraman saus dari bawang putih, minyak wijen, soy sauce, biji wijen dan irisan daun bawang.
"Jeno-ya!!" panggil Jaemin dari pintu dapur, Jeno yang ada di luar berbalik badan.
"Kau hari ini masuk kuliah?" Jeno mengangguk.

KAMU SEDANG MEMBACA
[HUNKAI-NOMIN] HAPPINESS
FanfictionKebahagiaan yang diharapkan oleh kakak beradik Oh, Oh Sehun dan Oh Jaemin. ⚠️🅱️❌🅱️⚠️ ‼️DON'T LIKE DON'T READ‼️ HUNKAI-NOMIN Start : 18/03/2021 End. : -