Shield

244 33 42
                                    

Plan dan Hope sarapan berdua pagi itu di hotel tempat Hope menginap.

Plan terlihat segar dengan gaya rambut baru. Sebaliknya, Hope tampak kurang tidur. Mungkin masih jetlag atau karena hal lain. Tidak ada yang bertanya.

Hope menatap Plan yang makan dengan tenang. Laki-laki ini sangat imut sampai rasanya ia tidak akan pernah bisa menahan diri berada di dekatnya.

Bagaimana bisa Hope menolaknya? Dia akan menguras lautan jika itu Plan yang meminta.

"Kamu yakin melakukan ini?" tanya Hope.

"Hm hm."

"Resikonya gede loh."

"Sepadanlah."

"Kamu mengerikan."

"Aku anggap itu pujian."

"Dia sangat beruntung."

Plan mendengus.

Itu hal yang sudah Plan ketahui sejak awal.

"Plan, gimana kamu tahu aku bisa..." Hope berhenti.

Plan memandangi Hope agak lama. Tiba-tiba mencondongkan badan, lalu bicara dengan nada rendah.

"Aku mengetahui beberapa hal."

Plan tersenyum. Jenis senyum yang bisa membuat seseorang rela bolak-balik ke neraka demi melihatnya.

"Kenapa aku?"

"Karena kamu berani."

Hope berkedip.

"Karena kamu bisa diandalkan."

Plan melanjutkan.

"Sejak pertama kali melihatmu, kamu jelas punya tangan yang lincah."

Plan menatapnya tajam.

"Kamu bisa bergerak dengan cepat. Kamu bisa menyesuaikan penampilan sesuai lingkungan. Kamu pintar membaur."

Hope tidak mengharap itu adalah pujian, tapi pipinya merona.

Plan memandangnya geli.

.

.

.

TBC









I wish i could find you.....

















April 30, 2021

BROKEN • ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang