Dream dan Plan bertemu lagi di kafe yang sama. Pura-puranya kebetulan, padahal Plan sudah memprediksinya.
Cewek itu terlalu dangkal sampai gampang dibaca.
"Hai phi Plan, Dream nggak tahu phi juga ke sini." sapanya ramah.
Senyumnya terlalu lebar hingga gusinya terlihat.
Ia mengenakan atasan biru muda. Rambutnya tergerai seperti biasa. Di tangannya tertenteng dua gelas latte ukuran medium.
Plan melambai. Wajahnya datar. Kalaupun dia merasa muak, dia tidak menunjukkannya.
"Kamu dan Mean suka latte ya?"
"Oh, iya. Dream akan menyusulnya ke tempat syuting sebentar lagi."
Show off. Yang baru saja go public.
"Baiklah. Hati-hati di jalan."
Plan bukan jenis orang yang sering basa-basi berpesan untuk hati-hati saat akan berpisah. Tapi sepertinya kali ini ia perlu mengatakannya.
.
.
.
TBC
I wish we'll be together
April 30, 2021

KAMU SEDANG MEMBACA
BROKEN • END
FanfictionTidak apa-apa, luka akan sembuh, pikirnya. Ia menghirup udara, lagi dan lagi. Panik dan ketakutan. Seolah dirinya ditenggelamkan hidup-hidup. Dia bertahan sejauh ini. Mati-matian berusaha menutup lubang yang menganga. Mengisi dengan apapun yang bi...