Trust

248 28 26
                                    

Hari berganti begitu cepat bagai sekedipan mata. Siang malam berputar singkat dalam lingkaran alam semesta. Seperti ritus panjang perjalanan. Pergi kembali pergi kembali. Berulang-ulang tiada henti.

Sore itu cerah. Cahaya matahari begitu terik menyapu pucuk pepohonan. Udara lembab. Awan tipis seputih kapas terbang rendah di atas gugusan pegununan yang jauh.

Plan menengadah. Ia menyipit karena cahaya terang menusuk matanya. Akhir-akhir ini ia terbiasa dengan malam. Kegelapan melindunginya dari kenyataan.

Terkadang saat Plan terjaga tengah malam, ia bisa melihat kenangan berhamburan seperti slide film lama. Hitam putih. Seperti foto polaroid. Seperti warna sefia.

Meski samar, ia mendengar suara-suara menggeliat. Kembalilah, tolong. Apapun akan kulakukan, asal jangan pergi. Jangan tinggalkan aku.

Permohonan kosong.

Suara itu menyuruk masuk ke dalam setiap sel di kepalanya seperti kaki laba-laba.

Plan merasa dirinya berakting sendirian. Monolog tanpa kata. Seperti berada di atas panggung teater tanpa penonton.

"Aku nggak tahu kamu suka rahasia, Plan."

Hope menatap wajah Plan dalam-dalam. Ia tahu temannya itu lebih misterius dari kelihatannya.

Plan tersenyum. "Banyak hal yang kamu tidak tahu tentangku."

Hope menyeka keringat di dahinya. Bulir-bulir bening jatuh membasahi kemejanya. Plan mendengus. Ini lebih mudah dari yang ia duga. Dia bahkan tidak perlu melakukan apa-apa.

"Tinggallah lebih lama," kata Plan.

"Pinginnya."

Hope meneguk air dari botolnya langsung. Keringat membanjiri lehernya. Dadanya basah kuyup.

"Aku akan merasa kehilangan." ujar Plan dengan sedih.

"Kalau saja di sini nggak sepanas neraka." Hope cemberut.

"Padahal lagi musim hujan. Masih mending udaranya sejuk."

"Akan bertambah buruk setiap harinya."

Plan melihat kulit lengan Hope mulai kemerahan karena iritasi. Udara di sini benar-benar tidak cocok untuknya.

"Sayang banget," sahut Plan datar. Sudut mulutnya terangkat.

Sekilas, Hope melihat sesuatu berkilat di mata Plan.

Entah apa.

.

.

.


TBC









There's more plot twist...









May 1, 2021

BROKEN • ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang