Adelia Faranisa Aznii dan Gavin Aldevaro selalu dipertemukan dalam segala hal. Mereka adalah musuh bebuyutan yang nggak pernah bisa akur, entah itu di rumah karena tetanggaan, atau di sekolah karena satu kelas dan satu sekolah. Setiap kali bertemu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah mobil putih milik Arka berhenti di pekarangan rumah, ia langsung menoleh ke arah putrinya dengan ekspresi serius namun penuh kasih. "Maaf, sayang, papah harus kembali ke kantor. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi hari ini papah nggak bisa makan siang di rumah."
Putri Arka hanya mengangguk paham, wajahnya tampak mengerti. "Ya udah, Papah hati-hati di jalan, ya."
Arka tersenyum tipis, senyumnya penuh kelembutan. "Iya, sayang. Bilangin ke bunda, ya, kalau papah nggak bisa makan siang di rumah," jawabnya dengan suara yang penuh perhatian.
Setelah mobil papahnya melaju keluar dari pekarangan rumah, Aznii segera melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah cepat. Namun, begitu ia membuka pintu, terdengar suara percakapan yang asing dari dalam. Aznii terhenti sejenak di ambang pintu, berpikir sejenak.
Biasanya, jika ada tamu, itu pasti Tante Aureen. Tapi kali ini, ia merasa aneh karena tidak melihat mobil Tante Aureen yang biasa diparkir di depan rumah. Aznii merasa sedikit bingung dan penasaran.
Ia melangkah masuk perlahan, mencoba mencari tahu siapa yang sedang ada di dalam. Suara percakapan semakin jelas terdengar, dan akhirnya Aznii masuk ke ruang tamu. Di sana, ia melihat seorang wanita seumuran dengan sang bunda, tapi itu bukan perawakan dari Tante Aureen, namun ia seperti mengenal wanita tersebut. Dipangkuannya juga ada gadis kecil yang umurnya kurang lebih 7 bulan.
Aznii sempat terdiam di ambang pintu, matanya membulat saat melihat siapa tamu yang ada di ruang tamu. Ternyata, itu adalah Zaqilla, istri dari omnya sekaligus kakak sepupu ibunya.
"Tante Qilla!" panggil Aznii dengan nada ceria. Spontan, Zaqilla dan Alena menoleh ke arahnya.
"Gembuuulll!" seru Aznii sambil berlari menghampiri Zaqilla, matanya langsung tertuju pada bayi lucu yang berada di pangkuan sang tante.
"Eits, mau apa?" tanya Zaqilla sambil menahan tubuh Aznii yang sudah hampir menjangkau bayinya.
"Cuci tangan, ganti baju dulu. Kamu habis dari luar, Tante nggak mau Sasa kena kuman," ujar Zaqilla tegas namun lembut.
"Yah, Tante, padahal aku mau cium pipinya si Gembul Sasa," keluh Aznii dengan nada kecewa.
"Boleh cium, boleh gendong, tapi nanti setelah kamu cuci tangan dan ganti baju dulu," jawab Zaqilla, tetap berpegang pada aturannya.
"Iya, Kak. Dengar Tante Qilla. Cuci tangan dan ganti baju dulu, baru ke sini lagi," tambah Alena dengan suara penuh penekanan.
Aznii hanya bisa mengangguk, meskipun wajahnya menunjukkan rasa enggan. "Iya deh, iya deh," gumamnya setengah hati.