19. Surprise

186 10 0
                                        

Pagi pun tiba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi pun tiba. Aznii sudah rapi dengan seragam sekolahnya, bersiap untuk berangkat. 

"Udah siap berangkat?" tanya sang Papah. 

"Iya, Pah," jawab Aznii sambil tersenyum. 

Tiba-tiba, ia mendapat ide untuk mengetes ingatan Bundanya. "Bun, tahu nggak ini hari apa?" tanyanya santai, mencoba melihat apakah sang Bunda ingat hari anniversary pernikahannya atau tidak. 

"Hari Selasa," jawab Alena tanpa ragu. 

Aznii hampir tersedak. Memang benar, tapi bukan itu yang ia maksud! 

Ia pun beralih ke sang Papah. "Kalau Papah, ini hari apa?" 

"Hari Selasa, dong," jawab Arka dengan percaya diri. "Bener, kan, Dik?" 

Dika, yang ikut dalam percakapan, mengangguk santai. "Iya, Pah, bener." 

Aznii menatap mereka dengan kecewa. Ternyata mereka benar-benar lupa! 

"Emang kenapa sih, Kak?" tanya Alena penasaran. 

Aznii buru-buru mencari alasan. "Eh, nggak apa-apa, Bun. Aku cuma kaget aja, lupa kalau hari ini hari Selasa. Nanti ada ulangan soalnya, hehe..." 

Arka menepuk pundak putrinya. "Yaudah, ayo berangkat!" 

"Iya, Pah," sahut Aznii dan Dika bersamaan. 

"Hati-hati di jalan, ya, Kak, Dik, Pah," pesan Alena lembut. 

"Iya, Bun," jawab Aznii. 

"Siap, Bunda!" tambah Dika penuh semangat. 

Arka memasang wajah memelas. "Papah nggak disemangatin juga, Bun?" 

Alena tersenyum manis. "Semangat kerja ya, Papah." 

"Duh, romantisnya," goda Aznii, memutar bola matanya. 

"Dunia serasa milik Bunda sama Papah aja, nih," tambah Dika dengan nada menggoda. 

Alena dan Arka hanya tertawa mendengar celotehan anak-anak mereka. 

"Udah, udah, ayo berangkat. Nanti telat," ujar Alena. 

"Yuk!" Arka memberi kode kepada kedua anaknya. 

"Papah berangkat dulu, ya, Bun," pamitnya. 

"Assalamualaikum," salam mereka bertiga. 

"Waalaikumsalam," balas Alena, mengantarkan kepergian mereka dengan tatapan penuh kasih. 

Arka pun berjalan menuju mobilnya, sementara Aznii dan Dika masih berdiri di depan rumah, mencari cara agar mereka bisa pergi belakangan. 

"Ayo, Kak, Dik," panggil Arka, mengajak mereka segera berangkat. 

"Ehm… Itu, Pah, duluan aja deh. Aku baru inget ada barang yang harus aku simpan dulu ke kamar," alasan Aznii buru-buru. 

Enemies to Lovers [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang