Adelia Faranisa Aznii dan Gavin Aldevaro selalu dipertemukan dalam segala hal. Mereka adalah musuh bebuyutan yang nggak pernah bisa akur, entah itu di rumah karena tetanggaan, atau di sekolah karena satu kelas dan satu sekolah. Setiap kali bertemu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siang telah tiba, Gavin baru saja turun dari tangga dan segera menuju dapur untuk mengambil minuman di kulkas. Setelah itu, ia langsung meminumnya.
"Vin," panggil Anissa.
"Kenapa, Mi?" jawab Gavin.
"Mami boleh minta tolong? Tolong panggilkan Aznii untuk datang ke sini," kata Anissa.
"Mau ngapain sih, Mi?" tanya Gavin sambil memandang sang Mami.
"Jadi gini, mami mau masak ayam rica-rica. Dulu kan Aznii bilang mau diajarin cara bikin ayam rica-rica, jadi sekalian mami ajarin kalau sekarang mami masak," jawab Anissa.
"Aznii tidur jam segini, Mi," ujar Gavin.
"Kok kamu tahu?" tanya Anissa.
"Ya nebak aja, Mi. Siapa tahu bener dia tidur," kata Gavin.
Sebenarnya Gavin malas untuk memanggil Aznii, itulah sebabnya dia beralasan Aznii sedang tidur.
"Udah sana panggil Aznii," perintah Anissa.
"Kalau beneran dia tidur gimana, Mi?" tanya Gavin.
"Pasti Aznii langsung bangun kalau mami yang minta," jawab Anissa.
"Kenapa nggak mami aja yang panggil?" tanya Gavin.
"Dosa kamu nyuruh-nyuruh mami," jawab Anissa.
"Ayo cepat, Gavin. Biar mami bisa masak dengan cepat. Emang kamu nggak mau makan siang?" Anissa berkata dengan nada sabar namun tegas.
"Ya, mau lah, Mi," jawab Gavin.
"Yaudah, panggilin Aznii sekarang," kata Anissa.
"Yaudah, iya," jawab Gavin sambil mengalah.
Gavin pun langsung pergi dari dapur dan berjalan menuju pintu. Namun, sesampainya di depan rumah, ia malah duduk di kursi teras, bukannya langsung menuju rumah Aznii.
Sejak awal, sebenarnya Gavin enggan memanggilkan Aznii karena ia tahu nanti akan dibuli habis-habisan oleh Dika, dan yang lebih parah lagi, Dika pasti akan memberitahukan Fikri, sang kakak, tentang hal itu.
Laki-laki itu pun membuka ponselnya dan segera menelepon nomor Aznii. Namun, di layar ponselnya tertulis bahwa Aznii sedang berada dalam panggilan lain.
"Wah, telfonan sama siapa tuh si kurcaci?" gumam Gavin pelan.
Gavin pun memutuskan untuk menutup panggilan dan mengirim pesan.