4. Hari Buruk

338 16 6
                                        

Suara bel terdengar menggema di seluruh sekolah, menandakan waktu istirahat telah tiba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara bel terdengar menggema di seluruh sekolah, menandakan waktu istirahat telah tiba. Para siswa dan siswi segera bergegas menuju kantin, tak terkecuali Aznii dan teman-temannya. Namun, di tengah perjalanan mereka, tiba-tiba segerombolan laki-laki menghadang jalan mereka.

Ocha yang melihat itu langsung merasa kesal. "Ck! Kenapa sih kalian semua di sini?" gerutunya.

"Suka-suka kita dong mau di mana," jawab salah satu dari mereka dengan santai.

Melihat mereka tak berniat bergerak dari jalan, Aznii pun akhirnya angkat bicara. "Minggir, dong!" ujar Aznii dengan nada tegas.

"Kenapa lo nyuruh-nyuruh gue?" sahut Gavin dengan nada kesal.

Ocha yang sudah sangat lapar semakin kesal dengan tingkah mereka yang menghalangi jalan. "Ck! Cepetan minggir, kita semua kelaparan nih!" serunya.

"Gak peduli," jawab Akbar dengan santai.

Sementara itu, Rio yang terkenal sebagai playboy mulai membuat ulah. "Hai, Ra," ucapnya dengan nada menggoda sambil memberikan kedipan genit pada Raina.

"Ngadu aja," ejek Gavin.

Aznii yang tidak terima dengan hinaan itu segera membalas, "Coba lihat diri lo dulu!"

Karena ancaman dari Aznii, mereka berlima akhirnya terpaksa mundur dan memberi jalan.

Saat melewati Gavin dan teman-temannya, Aznii tidak lupa menyindir, "Permisi, Tuan Putri mau lewat." Gavin yang kesal mendengar itu langsung membalas, "Tuan Putri kurcaci," dengan nada mengejek.

🦀🦀🦀

Di kantin, Aznii dan teman-temannya segera mencari tempat duduk yang kosong. Setelah menemukan satu, mereka pun duduk dan mulai memesan makanan untuk mengisi waktu istirahat. Namun, saat Aznii tengah menikmati makanannya, tiba-tiba ada es yang menyiram tubuhnya.

Byurr!

Aznii segera mengibas-ngibaskan seragamnya yang kini basah kuyup akibat es itu. "Aduh," keluhnya, sambil mencari tahu siapa yang tega melakukannya.

Mata Aznii pun akhirnya tertuju pada sosok pelaku. "Ups... maaf, gak sengaja," kata orang itu tanpa rasa penyesalan.

Seketika, amarah Aznii meledak. "Gavin! Bisa gak sih lo sekali aja nggak bikin masalah sama gue? Gue capek banget harus selalu berurusan sama lo!" teriaknya.

Kini, mereka berdua menjadi pusat perhatian seluruh orang di kantin.

'Kenapa ya mereka berdua?'

'Uwuu! Gavin tuh ganteng banget!'

'Gue bingung deh, kenapa setiap kali mereka bertemu pasti ribut terus,'

Enemies to Lovers [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang