39. Patah Hati

115 6 0
                                        

Pagi pun tiba, jam sudah menunjukkan pukul 08

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi pun tiba, jam sudah menunjukkan pukul 08.00, tapi dua sepupu itu masih asyik bergelung di kasur. Semalam mereka baru tidur jam 01.30, ditambah lagi mereka lagi sama-sama halangan, jadi bisa puas tidur lebih lama. Apalagi hari ini weekend, makin nggak ada alasan buat bangun pagi.

Drrt

Suara getaran handphone tiba-tiba terdengar. Pemiliknya masih nyaman memejamkan mata, tapi karena deringnya nggak berhenti, akhirnya dia terpaksa bangun.

"Hm..." Rena meraba-raba nakas di sampingnya, mencari ponselnya yang terus bergetar. Begitu melihat layar, matanya sedikit membulat.

"Tante Al?" gumamnya pelan.

Baru Rena ingat, tadi malam dia lupa kasih kabar kalau Aznii nginep di tempatnya. Dengan sedikit panik, dia buru-buru mengangkat teleponnya.

"Assalamualaikum," sapanya dengan suara masih serak karena baru bangun.

"Waalaikumsalam," jawab suara di seberang.

"Rena, kalian di mana? Kok semalam nggak pulang? Tante udah berkali-kali nelpon Aznii, tapi ponselnya mati," suara Tante Al terdengar jelas mengandung kecemasan.

"Tante khawatir banget sama kalian. Kalian nggak kenapa-kenapa kan?" rentetan pertanyaan pun keluar tanpa jeda.

Rena menarik napas dalam sebelum menjawab, mencoba terdengar setenang mungkin.

"Kita baik-baik aja, Tan. Aku sama Aznii lagi di rumah. Semalam temen aku ada yang mau datang, terus kita keasyikan ngobrol sampai nggak sadar udah larut. Jadi, aku suruh Aznii nginep aja di sini," jawabnya, sedikit berbohong.

"Aznii sebenarnya mau ngabarin Tante, tapi tiba-tiba hapenya lowbat. Aku juga mau ngabarin, tapi malah kelupaan, hehe..." Rena menambahkan alasan supaya lebih meyakinkan.

Di ujung telepon, Tante Al masih terdengar ragu. "Sekarang Aznii di mana?" tanyanya lagi.

"Lagi tidur, Tan. Semalam kita begadang nonton drakor, hehe," jawab Rena santai.

"Beneran? Kamu nggak bohongin Tante, kan?"

"Enggak kok, Tan, beneran," jawabnya meyakinkan.

Hening sebentar sebelum Tante Al akhirnya berkata, "Ya sudah, kalau gitu Tante tutup dulu teleponnya."

"Iya, Tan. Assalamualaikum,"

"Waalaikumsalam,"

Begitu panggilan berakhir, Rena menghela napas lega.

Enemies to Lovers [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang