10. Gangguan Malam

242 11 0
                                        

Usai membantu sang bunda, Aznii langsung menuju kamarnya untuk mengambil ponsel

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Usai membantu sang bunda, Aznii langsung menuju kamarnya untuk mengambil ponsel. Sesampainya di kamar, suara notifikasi yang sedari tadi berbunyi menarik perhatiannya. Saat dilihat, rupanya layar ponselnya dipenuhi dengan banyak pesan masuk dari teman-temannya dan Rena, sepupunya.

Tring!

Ada satu pesan masuk dari handphone Aznii.

Sister😎

Kak Az

Gimana Ren?


Setelah Aznii membalas pesan tersebut, ia malah mendapati tanda centang satu, yang menandakan sepupunya sedang tidak aktif. Rasa heran pun muncul di benaknya. Ia menggeleng kecil sambil bergumam, "Aneh banget, deh, anak ini."

Karena tak kunjung mendapat balasan dari sepupunya, Aznii memutuskan keluar dari kamar. Ia melangkah menuruni tangga menuju ruang keluarga. Saat tiba di sana, ia mendapati bunda dan papahnya sedang duduk santai bersama. 

"Eh, Kakak!" sapa Alena dengan ceria. 

"Sini, Kak!" tambah Arka, melambaikan tangan memanggil Aznii.

Aznii pun bergabung, lalu duduk di tengah-tengah antara bunda dan papahnya. 

"Ih, rasanya sudah lama banget kita nggak kumpul bertiga kayak gini ya, Pah, Bun. Kakak jadi kangen deh suasana kayak gini," ujar Aznii dengan senyum hangat. 

Mendengar itu, Arka dan Alena saling bertukar pandang sambil tersenyum, lalu mereka berdua memeluk putri kesayangannya dengan penuh kasih sayang.  

Lalu, dari arah tangga, Dika muncul dengan langkah santai namun tatapan penasaran. Begitu melihat bunda, papah, dan kakaknya sedang berpelukan, dia langsung mendekat.

"Eh, kok aku nggak diajak? Jahat banget," keluhnya dengan nada setengah kesal.

Aznii menoleh, menatap adiknya dengan alis terangkat. "Lagian, siapa juga yang ngajak lo?" balasnya sambil menyeringai kecil.

"Ya nggak mau tahu! Pokoknya aku ikut!" Dika langsung mendesak, mencoba menyisipkan dirinya di antara mereka.

Aznii mendengus pelan sambil beringsut ke samping. "Dih, apaan sih, lo ribet banget," gumamnya.

Namun Dika hanya mendengus kecil dan malah menjejalkan dirinya di antara mereka. “Enak aja, di sini lebih nyaman.”

Papah dan bunda hanya tertawa kecil melihat tingkah dua anaknya yang selalu saja seperti kucing dan anjing. Sementara itu, Aznii hanya mendesis kesal, tetapi akhirnya menyerah. Dika memang selalu punya cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

🦀🦀🦀


Jam menunjukkan pukul 22.00, dan satu per satu mereka mulai masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Namun, meskipun waktu sudah larut, Aznii dan Dika masih belum tidur. Dika, seperti biasa, tengah terbenam dalam dunia permainan videonya, jari-jarinya lincah menekan tombol-tombol dengan penuh konsentrasi. Sementara itu, Aznii masih tenggelam dalam alur cerita yang menarik di Wattpad, matanya bergerak cepat membaca kata demi kata.

Enemies to Lovers [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang