Halo selamat malam semua. Jangan lupa makan malam dan istirahat ya dan jangan begadang ya.
Ada yang kangen sama Aznii dan Gavin nggak nih?
Nih aku update nih buat ngobatin rasa rindu kalian
Aku ada lagu buat kalian nih.
Jangan lupa vote dan komen yaww
Happy Reading
**
Hari ini Aznii tidak bersama Gavin seperti biasanya. Tadi pagi, Gavin sempat mengabari bahwa ia ada urusan dengan kakak tingkat, sekaligus izin tidak mengikuti perkuliahan. Alhasil, Aznii menjalani kelas sendirian.
Siang harinya, Gavin mengirim pesan bahwa ia sedang menunggu Aznii di taman dekat fakultas mereka. Tanpa pikir panjang, Aznii segera menuju ke sana—ia ingin segera bertemu dengan cowoknya itu.
Namun, langkahnya terhenti saat melihat sesuatu yang tak ia harapkan.
Gavin sedang bersama seorang perempuan. Bukan sekadar bersama, mereka terlihat cukup dekat. Gavin membantu perempuan itu berdiri sambil tersenyum hangat. Perempuan itu bukan orang asing bagi Aznii. Ia tahu betul—itu gadis yang diam-diam menyukai Gavin. Aznii pernah mendengar gosip dari teman-temannya, dan kini semua terasa nyata di depan matanya.
Pandangan perempuan itu pada Gavin begitu dalam, seolah hanya ada mereka di dunia ini.
Hati Aznii mencelos. Ada sesuatu yang mengusik dalam dadanya. Marah. Cemburu. Kecewa. Emosi-emosi itu menyeruak, bertubrukan, membentuk kabut tebal di benaknya.
Saat Aznii masih diam terpaku, Gavin tiba-tiba sudah berdiri di depannya.
“Sayang,” panggil Gavin lembut.
“Kamu langsung pulang?” lanjutnya.
“Iya,” jawab Aznii singkat, tanpa menatap mata Gavin.
“Enggak mau mampir dulu? Cari minum atau makan sebentar?” tawar Gavin mencoba mencairkan suasana.
“Nggak. Aku capek,” sahut Aznii, masih dengan nada datar.
“Tumben banget. Sayang kenapa?” Gavin mulai merasa ada yang tak beres.
“Ayo, buru pulang,” ucap Aznii sambil melangkah lebih dulu.
Gavin mengikuti dari belakang, bingung dengan sikap Aznii yang berubah drastis.
Di atas motor, suasana makin terasa aneh. Biasanya Aznii cerewet, sering bercerita sepanjang perjalanan. Tapi kali ini, ia diam membisu. Hanya angin sore yang menemani mereka.
“Sayang,” Gavin mencoba membuka percakapan.
“Iya?” jawab Aznii pelan.
“Kita mampir makan dulu, ya?” ajak Gavin hati-hati.
“Aku pengin makan di rumah aja,” tolak Aznii, suaranya terdengar datar.
Gavin semakin bingung. Ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apakah Aznii marah karena sesuatu yang ia lewatkan? Apakah tadi saat ia meninggalkannya, ada yang membuat gadis itu kecewa?
Untuk saat ini, Gavin memilih diam. Mungkin Aznii hanya butuh waktu. Nanti, saat suasana sudah tenang, ia akan bertanya—dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
🍁🍁🍁
Aznii masuk ke dalam rumah dengan wajah murung. Meski begitu, ia tetap tak lupa mengucap salam dan mencium punggung tangan Bundanya.
"Assalamualaikum," ucapnya lirih.
"Waalaikumsalam," sahut Alena lembut, menatap putrinya penuh tanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enemies to Lovers [TAMAT]
RomanceAdelia Faranisa Aznii dan Gavin Aldevaro selalu dipertemukan dalam segala hal. Mereka adalah musuh bebuyutan yang nggak pernah bisa akur, entah itu di rumah karena tetanggaan, atau di sekolah karena satu kelas dan satu sekolah. Setiap kali bertemu...
![Enemies to Lovers [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/246894577-64-k80837.jpg)