Seperti Biasa

1.7K 171 45
                                        

Hanya ada satu kata yang dipikirkan Mugiwara saat melihat fitur Gacha pada aplikasi Grup chat.

'Ampas'
Selama hidupnya Mugiwara selalu mendapat keberuntungan yang jelek jika mencoba gacha apalagi saat ia melakukan gacha di game terakhir yang ia mainkan sebelum ia pergi kedunia lain.
"Haaahhh....aku masih trauma dengan Genshin impact"

Ia sebenarnya sangat ingin mencoba gacha tapi ia takut akan ketagihan dan tidak bisa berhenti apalagi jika ia harus mengorbankan poinnya untuk melakukan top up.
'Haaaahhh...andai saja top upnya tidak menggunakan poin tapi uang asli'
Namun karena sangat penasaran Mugiwara lalu mencoba membuka fitur gacha dan ternyata hanya untuk membuka sistem Gacha saja Mugiwara sampai menghabiskan 2000 poin miliknya.

"Mahal amat"ucapnya saat mengetahui berapa poin yang harus dibayarkan.
Dia kemudian melihat seperti apa tampilan Gacha yang ada didalam.
'Hampir mirip game..'

Saat Mugiwara mau membuka apa saja item atau kemampuan yang dijual didalamnya, tiba-tiba sebuah buku panduan muncul dan terbuka secara otomatis didalam fitur gacha.

-Untuk melakukan Gacha,anda harus membeli salah satu tiket diantara 2 tiket yang disediakan oleh fitur Gacha.

*Tiket yang pertama bernama Silver Ticket .Tiket ini berharga 3000 poin dan hanya bisa digunakan sebanyak satu kali.Dan untuk kesempatan mendapatkan item atau kemampuan tinggi sangatlah tidak mungkin kecuali jika punya keburuntungan yang bagus.
#Catatan#Hanya untuk orang yang hidupnya selalu dalam keberuntungan.

'Yah berarti tidak cocok untukku'batin Mugiwara lalu melanjutkan membaca paragraf kedua.

*Tiket yang kedua bernama Golden Ticket.Tiket ini berharga 20.000 poin dan sekali menggunakan tiket ini bisa langsung mendapat 10 item.
#Catatan#jika melakukan Gacha menggunakan Golden ticket sebanyak 5 kali anda berkesempatan mendapat item SSR atau kemampuan bernilai tinggi.

"20000 poin,bisa bangkrut aku"ucapnya sangat putus asa karena poin yang dimilki Mugiwara saat ini hanya berkisar 21000 poin.

"Ahh ..sudahlah kapan-kapan saja aku mencobanya,"ucapnya lalu keluar dari sistem Gacha dan masuk keobrolan grup.

"Aahhh...baru ditinggal sehari keduanya sudah bom spam sebanyak ini"ucap Mugiwara meneteskan keringat dengan banyaknya chat yang masuk dari Serafall dan juga Shinobu untuk dirinya.

[Mugi-chan kau kemana ,,aku merindukanmu...😞😞😞😞😞] X 50

[Fufufu...Mugiwara-kun apa kau sudah melupakanku..🔪🔪🔪🔪]X 60

Lalu ada juga pesan yang terselip dari Zoro dan juga Jiraiya

[Yo dewa brengsek,sepertinya kau sudah disembah oleh masyarakat duniaku] :Zoro

[Hoy bocah,,apa kau juga mendapat fitur judi] :Jiraiya

'Haaaahhhh...inilah susahnya hubungan jarak jauh'batin Mugiwara sedih dengan kedua istrinya yang saat ini jauh dari dirinya.
Dia lalu membalas pesan dari mereka dan menggunakan emoji bersujud meminta maaf.

[Maaf tadi ponselku kumatikan🙇🙇🙇🙇🙇]

Seketika melihat Mugiwara mengirim pesan kedalam grup chat,dengan cepat Serafall dan Shinobu langsung memborbardir Mugiwara dengan berbagai pertanyaan.

[Dari tadi kau kemana Mugi-chan,kau tahukan aku sangat merindukanmu,jangan bilang kau punya wanita lain sekarang] :Serafall

[Instingku mengatakan kau tengah dekat dengan seorang wanita,,apakah itu benar Mugiwara-kun] :Shinobu

Lalu ada juga Jiraiya dan juga Zoro yang ikutan mengirim pesan untuk Mugiwara.

[Hehehehe...kau membuatku iri bocah] :Jiraiya

Fake God with Dimensional Group ChatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang