Kebenaran (Naruto)

833 101 27
                                        

Seorang wanita cantik berambut merah panjang tiba-tiba muncul disaat jiwa Naruto hampir dikuasai oleh kebencian Kurama. Mugiwara dan Kurama tahu siapa wanita tersebut tapi mereka tidak mengucapkan sepatah kata. Berbeda dengan Naruto yang baru pertama kali bertemu denganya.

"Naruto"sapa wanita itu lembut sambil berjalan menghampiri.
"Siapa kamu"kata Naruto masih sadar walaupun jiwanya dalam pengaruh Kurama.
Wanita yang tak lain bernama Khusina,ibu kandung Naruto hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu.
"Coba tebak aku siapa"

Naruto berpikir sejenak. Menatap Khusina dari atas kebawah lalu mengambil kesimpulan,
"J-jangan bilang kau jelmaan Kyuubi" ucapnya dengan muka pucat.

"Pfffftt....hahaha..."tawa Khusina lepas mendengar jawaban konyol dari Naruto.
Sementara Naruto yang melihat respon tersebut mengira ucapannya itu benar.
"Aku tidak menyangka Kyuubi itu wanita paruh baya"ucapnya serius dan langsung mendapat jitakan kepala keras dari Khusina.

Pletaakkkk

"Aduh~Kenapa kau memukulku" ucap Naruto kesal sambil mengelus-elus kepalanya yang benjol.

"Tebakanmu salah makanya kupukul,hmppphhh..." kata Khusina membuang muka lalu berkata kembali,
"Kukira anakku kelak akan mengenalku,tapi ternyata tidak ..hiks hiks sedihnya hatiku..."sambil menutupi wajahnya dan pura-pura menangis.

Naruto yang mendengar itu sampai terdiam. Tak yakin dengan apa yang barusan Khusina katakan.
"K-kamu bilang apa tadi"

"Kamu sudah besar putraku..."ucap Khusina tersenyum menatap Naruto dengan pandangan penuh kerinduan.

"Ibuuuuu...." seru Naruto menangis sambil memeluk Khusina dengan sangat erat.
"Aku sangat ingin bertemu denganmu"

Sejak masih kecil sampai sekarang, orang yang paling ingin Naruto temui adalah ibu kandungnya. Dia penasaran seperti apa wajah ibunya, apakah mirip dengannya, apakah juga berambut kuning seperti miliknya.

Tapi ternyata setelah ia melihatnya dari dekat ternyata ibunya sangat jauh berbeda dengan Naruto. Dia sangat anggun dan rambutnya merah mempesona.

"Ibu juga nak" Khusina berkata sambil membalas pelukan Naruto. Air matanya mengalir membasai pipinya. Rasa rindu terhadap putranya yang 16th lebih tidak bertemu kini sedikit terobati.

Sama halnya dengan Naruto, Khusina juga sangat merindukannya, bahkan mungkin rasa rindunya lebih besar daripada Naruto. Bagaimana tidak, anak yang dulu ia kandung selama 9 bulan sepuluh hari harus berpisah dengannya setelah dia dilahirkan. Padahal dia belum sempat memberi asi ataupun memberi kasih sayang padanya. Khusina sempat berpikir, kenapa hidupnya tidak adil. Kenapa dia harus mati muda, apa salahnya??
Tapi perasaan itu sekarang sudah hilang karena melihat Naruto dalam keadaan baik-baik saja.
'Syukurlah keputusanku saat itu tepat'
Dia kembali merasa lega sebab sebelum kematiannya dia menititipkan Bayi Naruto pada Hiruzen. Dia yakin Hokage ketiga tidak akan menelantarkan Naruto. Ataupun mengambil uang warisan peninggalan dia dan juga Minato. Sebab sejak masih hidup dia melihat Hiruzen adalah orang tua yang baik yang tidak akan pernah mungkin mengambil hak yang bukan miliknya.

(Perlu diketahui warisan yang dimaksud Khusina adalah rumah besar miliknya lalu harta berupa uang yang dia dan Minato kumpulkan dari hasil menjalankan ribuan misi rank A-S yang mungkin dia perkirakan bisa membiayai hidup Naruto sampai dewasa, tanpa Naruto perlu capek-capek harus mengambil misi untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari)

"Kamu sangat cantik bu, rambutmu juga indah sekali seperti sutra"puji Naruto setelah ia melepas pelukannya.

"Hihihi...kamu orang kedua yang memuji rambutku Nak" kata Khusina terkikik geli mendengar pujian Naruto mirip dengan Minato.

Fake God with Dimensional Group ChatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang