Akhir Pertempuran dan Terbentuknya Aliansi (DxD)

1.7K 150 54
                                        

Kedatangan Katarea bersama pasukan penyihir memang sudah sesuai plot anime Dxd. Jika mengikuti anime maka Katerea akan mati ditangan Azazel, tapi sekarang Azazel beserta 2 pemimpin fraksi tidak ikut berperang melainkan mereka masih berada didalam ruang pertemuan sedang bertanya pada Serafall mengenai bagaimana caranya dia bisa bertemu dan berkenalan dengan Mugiwara.
Karena 3 pemimpin fraksi lainnya juga ingin bisa berhubungan dengan Mugiwara.

"Sebenarnya aku juga tidak tahu caranya, tahu-tahu aku mendapat ponsel ini dan didalamnya ada aplikasi seperti ini"kata Serafall memperlihatkan ponselnya sekaligus membuka aplikasi grup chat.

3 fraksi melihat itu dan membaca isinya bersamaan.
"Dimensional Grup chat"
-Percakapan yang menghubungkan seluruh alam semesta.

-Pemilik dan Pemegang Otoritas: Mugiwara Togashi (Lord Ikhwan)

Anggota:
-Serafall Leviathan.
-Roronoa Zoro
-Shinobu Kocho
-Jiraiya

Poin: 3000

"Hmmm...jika Mugiwara tidak ada disini,mungkin aku sudah menganggapmu gila Serafall"Azazel berkomentar pertama kali setelah selesai membaca.

Sirzerch mengangguk setuju. Karena baginya mustahil memang, sekedar ponsel dan aplikasi, Serafall bisa terhubung bahkan sekarang menjadi istri dari Dewa. Tetapi setelah Sirzerch menyaksikan sendiri kedatangan Mugiwara, apa yang dikira mustahil, mau tidak mau harus diterima oleh akal sehatnya.

"Bisakah kamu tunjukan percakapan kalian"tanya Michael. Dia masih penasaran dengan masa depan dunia DxD. Jika memang dimasa depan Thihexa lepas maka siapa yang akan menghentikannya.

Namun bukannya segera menunjukkan, wajah Serafall malah berubah tegang. Seperti ketakutan.

Ketiga pemimpin fraksi yang melihat itu menyadari kalau masa depan dunia mereka sangat menggerikan, tapi mereka tetap penasaran dan memaksa Serafall untuk menunjukkannya.

"Haaaaaahhh.... baiklah"
Ia menscroll percakapan dia dan Mugiwara sampai ketemu dibagian Thihexa terlepas.
"Ini dia... baca sendir-"

"Aku juga ingin tahu Ayah bicara apa mengenai dunia ini"potong Ophis bicara dari kolong meja.

"Ophis... kalau ingin tahu kamu harus keluar dari situ"ucap Azazel.

"Kata ayah, aku harus tetap disini sampai pertempuran berakhir, kalian saja yang berjongkok kesini"balas Ophis datar.

Mendengar itu, mau tidak mau mereka hanya bisa menurut.Karena tidak mungkinkan menolak perintah makhluk terkuat apalagi Mugiwara sedang tidak ada disini. Lalu dengan ekspresi pasrah mereka berempat berjongkok dan masuk kekolong meja.

"Kau istri ayahkan, pangku dan suapi aku"ucap Ophis sambil menunjuk Serafall.

Serafall berkeringat dingin dan perkataannya mulai berubah gagap.
"T-tapi"Dia mencoba mencari bantuan pada 3 pemimpin. Namun bukannya membantu 3 pemimpin malah mendorong tubuh Serafall agar mendekat ketempat Ophis.

"Ayo Serafall... "(Sirzerch)

"Cepatlah, aku tidak kuat lama-lama disini" (Azazel)

"Iya Serafall, aku juga ingin segera melihat kekuatan Mugiwara-san, cepatlah"(Michael)

'Dasar penghianat... 'kata Serafall dalam hati. Sekarang ia menyesal kenapa tadi dia harus memberitahu mereka.

Lalu dengan hati-hati Serafall mengangkat tubuh Ophis dan memindahkan kepahanya. Tangan kanannya mengambil Mulfin yang ada dibawah dan langsung menyodorkannya kemulut Ophis.

Ophis menerima dan memakannya dengan lahap.
"Emmm..kamuyu... bacyakan (kamu bacakan) "ucap Ophis tidak jelas karena makanan yang ada dimulutnya.

Fake God with Dimensional Group ChatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang