Hari pertama di Minecraft dan Quest Baru

1.4K 170 60
                                        

*Tuak... tuakk.. tuaakk.. *suara seseorang berambut hijau yang sedang menebang pohon menggunakan pedang miliknya.
Tak berapa lama pohon itu mulai tumbang dan jatuh ketanah.
*Kraaakkk... kkkkkkk... bruuukkk*

Dia lalu memotong pohon itu dan membaginya menjadi beberapa bagian, setiap satu pohon yang ia tebang dia bisa memperoleh sebanyak 10 blok batang pohon.
Dia kemudian menyimpan semua itu kedalam kantong penyimpanan.
Total batang pohon yang ia dapatkan sebanyak 300 blok batang.

'Fiuuuhhh.... Akhirnya selesai juga'dia mengusap keringat yang membasahi wajahnya, sudah lebih dari 1 jam dia melakukan hal itu tanpa istirahat.
Dia tidak tahu untuk apa sebenarnya batang-batang sebanyak itu,karena yang dia lakukan hanya mengikuti perintah pemimpinnya.

Saat dia berniat mau balik ketempat teman-temannya, dia melihat seseorang dari kejauhan berteriak memanggil namanya.

"Oooeee Marimooo... kau sudah selesai belum... "suara itu terdengar tidak asing ditelinga Zoro.

"Ini aku mau kesana pak tua mesum, kenapa kau kemari segala"jawab Zoro sambil berjalan mendekat ketempat Jiraiya.

"Iyah aku sebenarnya tidak mau kesini tapi bocah itu mengingatkanku kalau kamu itu tukang nyasar"kata Jiraiya yang membuat wajah Zoro memerah marah.

"Aku tidak nyasar brengsek, yang salah itu jalannya yang terlalu banyak"jawab Zoro tidak terima dibilang buta arah.

"Serah kaulah ayo balik, "kata Jiraiya mengabaikan protes Zoro dan memilih berbalik kedepan dan berjalan kembali ketempat dimana teman-temannya berada.

Namun baru beberapa langkah mereka jalan, postur tubuh Zoro tiba-tiba berbelok kearah kiri.
"Hey, jalannya masih lurus bodoh"kata Jiraiya yang membuat Zoro mati langkah.

"A... aku tahu, tapi aku ingin mencoba ngambil jalan pintas pak tua mesum"jawab Zoro beralasan, padahal yang sebenarnya dia memang lupa arah.
'Sial malunya'batin Zoro menahan malu.

"Hahaha... suka suka kau Marimo... "
Jiraiya cuma tertawa melihat kebodohan Zoro.
Dia sampai tidak habis pikir, bagaimana jalanan yang tinggal lurus saja, Zoro masih bisa-bisanya tersesat, lalu gimana jika banyak belokannya, bisa-bisa Zoro langsung masuk kedalam daftar list pencarian orang hilang.

Sedangkan ditempat Mugiwara...
"Mugi-chan, apakah tidak apa-apa kita mengambil hasil panenan mereka"tanya Serafall gelisah.

"Benar Mugiwara-kun, aku merasa tidak enak"sambung Shinobu yang juga merasa gelisah.
Keduanya mencuri hasil pertanian dari penduduk desa, memang benihnya sudah kembali mereka tanam tapi tetap saja mereka merasa bersalah karena telah mengambil hasil kerja keras milik orang lain.

"Tidak apa-apa mereka baik kok, meskipun kau mengambil emas emerald dan makanan mereka, penduduk desa itu tidak akan marah pada kita, karena pada dasarnya, mereka kuciptakan didunia ini memang bertugas untuk melayani kebutuhan kita"jawab Mugiwara berbohong.
'Yah, dari awal aku memang berniat mencuri'batin Mugiwara tersenyum sambil mengusap kepala kedua istrinya.

Lalu Ygggdrasil. Ultimate. Intelegent atau disingkat Yui yang dari tadi diam sambil memegang baju Mugiwara tiba-tiba bergerak aktif menggoyang-goyangkan baju Mugiwara.

"Ada apa Yui"Kata Mugiwara sambil berjongkok agar sejajar dengan kepala Yui.

"Papa sebentar lagi malam"ucap Yui datar yang membuat wajah Mugiwara yang tadinya tersenyum berubah menjadi takut.

Sontak Mugiwara secara tidak sadar berteriak dengan keras.
"Celaka.... "Dan teriakan itu membuat Serafall dan Shinobu terkejut.

"Ken.. "Shinobu bermaksud bertanya namun pertanyaannya sudah dipotong terlebih dulu oleh dua orang pria dewasa yang berjalan menghampiri mereka.

Fake God with Dimensional Group ChatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang