32

1.6K 146 14
                                        

Soobin bangun dari pingsannya. Betapa kagetnya Soobin melihat lingkungan sekitarnya.

"Aduh Soobin dimana?"-Soobin.

"Soobin"-Minhyuk

"Papa"-Soobin.

"Kamu kenapa?"-Minhyuk.

"Soobin tadi . . ."-Soobin.

Soobin mulai menangis.

"Kenapa? Cerita aja sini ya"-Minhyuk.

"Soobin . . ."-Soobin.

"Nanti aja gapapa, kamu tenangin diri kamu dulu ya"-Minhyuk.

Soobin mengangguk. Soobin nangis lagi.

"Bin"-Jeno

"Yang sabar"-Jeno.

"Tadi kamu kehabisan darah terus papa mu kesini"-Jeno.

Soobin masih menangis.

"Dia kenapa?"-Minhyuk

"Ada yang nyebarin berita"-Jeno.

"Berita apa?"-Minhyuk.

"Dia tidur sama dosen pembimbingnya"-Jeno

"Bener itu?"-Minhyuk.

"Engga"-Soobin.

"Ga bener"-Soobin.

"Siapa yang sebarin?"-Minhyuk

"Saya ga tau"-Jeno.

"Ada yang ga suka sama Soobin?"-Minhyuk

"Ga ada sih"-Jeno.

"Kok bisa ada yang nyebar?"-Minhyuk..

"Saya ga tau om"-Jeno.

"Yasudah deh"-Minhyuk.

"Makasi ya udah antar anak saya"-Minhyuk.

"Sama sama om"-Jeno.

"Gua harus cari tau, ya itung itung cari perhatian sama bapaknya"-Batin Jeno

"Hm... Iya iya"-Batin jeno.

"Saya izin pulang om"-Jeno.

"Iya, hati hati"-Minhyuk.

"Oks misi dimulai"-Jeno

I-iya Pak (YEONBIN)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang