41

1.5K 130 23
                                        

Di rumah sakit . . .

Soobin membuka matanya. Soobin hanya melihat Ilhoon dan ayahnya.

"Soobin"-Minhyuk.

"Pak Yeonjun"-Soobin.

"Dia gapapa, dia masih hidup kok"-Ilhoon.

"Kak Jaehyun kemana?"-Soobin.

Ilhoon memeluk Soobin dan menangis di bahunya

"Soobin"-Ilhoon.

"Aku pernah bilang kan, kalau Jaehyun suka sama kamu"-Ilhoon.

"Iya"-Soobin.

"Ini"-Ilhoon.

Ilhoon memberikan surat. Soobin membukanya.

Hai Soobin . . .

Ini aku, Jaehyun. Kalau kamu buka ini berarti kamu sudah bangun. Apakah kamu tahu? Aku ini sangat mencintaimu dan aku juga ingin kamu bahagia. Aku pun tahu kalau kamu suka sama dosen kamu kan. Aku ingin sekali jadi milik kamu. Aku ingin sekali jadi suami kamu. Aku ingin sekali jadi orang yang kamu sayang. Dan aku juga ingin sekali memelukmu, menciummu, dan bahagia bersama sama. Akhirnya semua itu tercapai. Aku bisa melakukan itu semua dalam tubuh orang lain.

Ya. Orang lain. Jantung Yeonjun adalah jantungku. Jadi, kalau kamu rindu aku bersandar saja di dadanya dan dengarkan degupan jantungku.

Sepertinya hanya itu saja ya. Oh iya, kamu jangan membantah sama Yeonjun ya.

See you . . .
I love you so much

Salam

Jung Jaehyun

Tangan Soobin bergetar.

"J-jadi . . ."-Soobin.

"Jaehyun memberikan jantungnya hanya untuk melihat kamu bahagia sayang"-Minhyuk mengelus kepalanya.

"Jaehyun tulus banget sama kamu bin"-Ilhoon.

Soobin menangis. Tangisnya tambah kencang dan histeris.

"Soobin udah"-Ilhoon memeluk Soobin.

"KAAAK"-Soobin.

Soobin histeris sampai alatnya copot

"Om Soobin om"-Ilhoon

"Kamu jagain ya, saya panggil dokter"-Minhyuk.

Soobin tetap histeris.

"Sabar Soobin"-Ilhoon.

akhirnya dokter datang dan memberikannya suntik bius.

"Kayaknya Soobin kaget banget"-Minhyuk.

"Kayaknya gitu om"-Ilhoon.

"Coba kita lihat kondisi Yeonjun saja"-Minhyuk

"Ayo om"-Ilhoon

I-iya Pak (YEONBIN)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang