"assalamualaikum mih"
"Walaikumsallam, tumben a malem² kesini?"
"Mantu mamih tiba-tiba pengen makan malem di sini katanya, aneh banget"
Mendengar itu mamih Jen sontak tersenyum lebar.
"Yang bener a? Mana sekarang Jeje nya?"
"Tuh di luar sama si robot"
"Huush!"
"Hehehe.. nginep kah si aca?"
"Iya, jae pulang jam 2an katanya"
Haruto mengangguk. "Kalau si papih?"
"Belum pulang, mamih mau kedepan ah"
Lalu mamih Jen pergi ke depan untuk menyusul menantu kesayangannya itu.
Haruto yang kaya gak di perduliin gitu agak gimana gituuu, tapi yowis lah. Haruto mau main PS aja.
"Jejeeee.."
Mamih sedikit berlari menghampiri Jeongwoo lalu memeluk nya dengan erat.
Saat pelukan sudah dilepas oleh mertua cantik nya itu, Jeongwoo menyalimi tangan sang mertua.
"Hayu masuk, ca, je"
"Iya mih.." jawab anak dan menantu nya serempak.
"Kak aca udah daritadi kah? Bang jae sama jessi gak kesini kak?"
"Iya, dari sore. Lembur, palingan pulang jam 2an, makanya nginep rumah mamih ini, kalau jessi sama mertua"
Jeongwoo mengangguk mendengar jawaban dari kakak ipar nya itu.
"Je nginep aja ya?"
"Mau mih! Jeje nginep ya?" Jawab nya dengan mengangguk ribut.
Sontak Asahi dan mamih Jen pun tertawa melihat tingkah menggemaskan yang Jeongwoo tunjukkan.
"Tadi kata si aa kalian kesini karena kamu mau makan di rumah mamih?"
"Hehehe..iya mih, aku tiba-tiba pengen makan masakan mamih"
"Yaudah hayuk"
"Ngidam kah dek?"
"Hah? Enggak kak, lagi pengen aja"
"Maaf ya mih, belum bisa ngasih cucu buat mamih" tutur Jeongwoo dengan menunduk.
Mamih sontak berbalik dan memeluk sang menantu.
"Gak papa, Heeey masih banyak waktu right? So jalani aja dulu je. Lagipun mamih gak begitu menuntut kamu buat punya anak"
"Iiihh..sayang mamih banyak-banyak"
Lalu Jeongwoo memeluk sang mamih mertua dengan tangisan haru.
"Ikutaaan.."
"Hahaha.. udah ok? Jangan dipikirin"
"Oke sekarang mau di pasakin apa? Kebetulan mamih baru mau masak nya"
"Apa aja deh mih, iya ga kak aca?"
"Hooh"
"Sebentar aku ke kamar dulu, mau cuci muka nanti kesini lagi"
"Heem"
"Iya kak"
Mereka berjalan ke arah dapur minus Asahi yang menaiki tangga untuk ke kamar nya.
"Mamih jangan capek-capek"
"Iya enggak kok sayang, mamih di bantu sama Lina sama bi leha"
Jeongwoo mengangguk dan melihat-lihat isi kulkas, mau bantuin gak dibolehin.
