Alur di percepat atas kemauan saya sendiri..
Hari ini Hiro udah masuk SD. Pagi ini hari pertamanya jadi pelajar sekolah dasar.
Itu artinya Hiro sudah berumur 7 tahun, tahun ini.
"Ciyaaahhh sekola SD lu anak beo."
Hiro mendelik pada sang ayah. Dari kemaren Hiro di ejekin mulu sama ayahnya.
Bukannya di dukung gitu, kan ini Hiro naik ke SD dari TK. Sebel banget.
"Ayah berisik! Bunaaa ayahnyaaaaa.."
"Eh syut! Syut diem. Nanti ayah gak dikasih jatah diem."
Hiro miringin kepalanya ke kanan menatap sang ayah bingung.
"Jatah apa sih yah? Perasaan gak dikasih jatah, gak dikasih jatah, mulu."
"Anak beo gak usah kepo."
"Dih." Hiro memalingkan wajah nya sambil mendengus. Males banget sama ayahnya.
Tapi muka mereka sama banget gimana dong? Makin gede Hiro makin Haruto banget.
Tapi tetep kata Haruto mah gantengan Haruto kemana-mana lah!
"Dek udah semua kan keperluannya? Gaada yang ketinggalan? Bawa bekel nya nih di tas."
"Udah Bun, gaada bunaaa. Iya."
"Pinter."
"Yang aku gak ditanyain apa gitu?"
Jeongwoo tersenyum kepada Haruto manis dan cantik sekali. Membuat Haruto mleyot seketika.
Haruto lemas di tempat duduknya. Dia menelungkup kan wajah nya dilipatan tangannya.
"Mleyot..mleyot dasar cupu."
"Berisik anak beo dilarang berbicara."
"Hahahaha ayah ih sini duluuu."
Jeongwoo memaksa menegakkan kepala Haruto. Hiro yang liat cuma acuh dan lanjut makan.
Udah biasa liat ayah nya yang mleyot.
"Siniii ih masss."
"Mampus." Gumam Haruto.
"Apaa hmm?"
"Hehe..nanti kamu jemput Hiro ya? Ya? Ya? Pwiiisss."
"Iya." Haruto menatap Jeongwoo namun dia memalingkan lagi wajahnya. Gakuat.
Ini Jeongwoo lagi mode soft banget. Ini nih yang Haruto gak like tapi like. Gimana dong?
"Kamu gak tanya alesannya gitu?"
"Apa emang?"
"Aku mau ikut bunda ke makan kakek di Jakarta. Sebentar aja. Boleh ya?"
"Hmmm."
Gimana mau jawab? Muka Jeongwoo tuh..ajkdlsndhdncbkdjxgsh!!! Haruto jadi gamau kerjaaaa mau kelonann ajaaaaa jadinya.
"Lama dong Bun?"
"Gak sayang, buna pulang sore kok."
"Ayok di habisin makan nya. Kamu upacara sekarang."
"Iya."
"Oiya Bun, masa aku dikatain anak beo. Anak Moa, anak kadal dan masih banyak lagi jenis nya Bun."
Jeongwoo mengernyit.
"Sama siapa?"
"Tuuuhhhh..."
Hiro menunjuk Haruto memakai dagu nya.
