"Bagaimana keadaanmu? Sudah baikan, bukan?" tanya Wiltson untuk mengawali pembicaraan.
Tidak ada jawaban dari mulut lelaki itu, hanya terdengar suara sendok dan garpu terus beradu memperebutkan makanan dengan piring sebagai alasnya. Pria di hadapannya menatap tajam mata hijau pudar itu, lalu kembali menyantap sarapannya dengan lahap. Sedangkan Annie berhenti menggerakkan kedua tangannya yang sedang memegangi sendok dan garpu, hanya mengerutkan dahinya, tak mengerti dengan sikap Chris kepada bibinya yang cenderung tidak sopan.
"Sepertinya dia baik-baik saja," celetuk gadis itu sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya, "semalam dia langsung tidur dengan nyenyak."
"Baguslah kalau begitu," ujar Wiltson sambil tersenyum lega.
Pria berbaju putih polos dengan celana cargo selutut berwarna mocca itu melepaskan genggaman di kedua tangannya sambil membuang nafas kasar. Membuat suara nyaring diantara sendok yang jatuh ke piring berbahan kaca. Dia muak dengan sifat Wiltson yang seketika terasa sangat manis, berbanding terbalik dengan sikap wanita itu kepadanya di masa lalu, saat lelaki ini di ombang-ambing dengan kelaparan dan ketakutan, dia justru mengasingkannya, membiarkan lelaki ini berjuang sendiri, tanpa ada penompang dibelakangnya. Chris memilih berdiri dan lagi-lagi menatap wanita di depannya dengan tatapan jengkel.
"Berhenti berpura-pura peduli, dasar jalang!" teriaknya sambil mengarahkan telunjuk kepada Wiltson.
Dia segera menarik tangan kiri Annie, dan memaksa gadis itu untuk ikut keluar ruangan bersamanya. Mata Annie hanya bisa membulat, masih terheran-heran mengapa pria itu sangat emosional dari sebelumnya. Wajah lelaki itu memerah bersama dengan bagian ujung telinganya. Ia menggenggam tangan Annie dengan sangat kuat, sampai urat-urat di punggung tangan Chris terlihat sangat jelas. Membuat wanita itu mulai mengeluh kesakitan.
"Hentikan!" pintanya kepada pria di hadapannya, "Chris!"
Langkah pria itu akhirnya berhenti tepat di depan pintu mansion. Ia berbalik, lalu mengempaskan lengan Annie dengan kasar.
"What wrong with you?" tanya Annie dengan nada yang mulai meninggi.
"Kau pikir?" Chris menaikkan sebelah alisnya.
"Kau marah kepada mom Wiltson karena dia menyembuhkan tulang punggungmu semalam?" Kedua telapak tangan gadis itu ia kepal di samping badan kuat-kuat. "Kau terlalu konyol Chris, jangan kekanakan!"
Lawan bicara di hadapannya hanya menarik nafas dalam-dalam, lalu mulai melangkah mendekati Annie. Menatap wajah gadis itu dengan tatapan mengintimidasi, gertakan gigi terdengar dengan sangat jelas. Lengan kekarnya mulai bergerak, mencengkram dagu mungil Annie dengan salah satu telapak tangan, lalu ditarik dagu itu ke atas, membuat wajah Annie harus ikut mendongak ke arah langit.
"Kekanakan katamu?" tanya Chris dengan nada menyepelekan, "kau pikir apa yang kau tau tentang wanita sialan itu? Berhenti mengoceh dan jauhi wanita itu!"
Dia menarik paksa lengan Annie lagi, membawa dan mendorong gadis itu untuk masuk ke dalam kursi depan mobil sedan tua berwarna silver yang sempat ditumpangi oleh Annie beberapa hari yang lalu. Aroma kopi menyerbak memenuhi seisi mobil, kursi dan dashboard berwarna senada dengan bagian depan kendaraan itu, yang membedakan hanya bantalan di setiap bagian atas kursi yang terpampang gambar donald duck dan daisy duck yang sedang berpelukan. Mobil ini milik Wiltson tentunya, dia menyukai mobil-mobil tua tanpa memandang popularitas jenis mobil itu, sangat berbeda dengan keponakannya yang menyukai mobil-mobil antik dengan harga selangit.
Chris ikut masuk ke dalam kendaraan roda empat itu dan membanting pintu mobil dengan kasar. Tidak ada senyum manis atau ekspresi kegembiraan sama sekali di muka lelaki itu, wajah yang sebelumnya sangat marah pun kini telah menghilang, digantikan dengan wajah tanpa ekspresi, sangat datar dengan tatapan yang kosong. Ditancapkannya gas dengan kaki kanan, melaju keluar dari mansion menuju jalan besar di Los Angeles.

KAMU SEDANG MEMBACA
Your Eyes [SLOW UPDATE]
RomanceSebuah insiden mengerikan di rumahnya membuat seorang gadis berusia 17 tahun mengalami kebutaan. Tak tanggung-tanggung, dia juga dipaksa tinggal bersama lelaki dewasa egois, kejam, dan tak berperikemanusiaan. Christopher Joe Douglas, lelaki yang ta...