Zero

1.7K 319 20
                                    

Ehe :v
Hampir luos awokwkwowk
Selamat tidur siang readers~
Maafkan segala typo yang bertebaran...

〒▽〒 👍

************************************

BEWARE SPOILER!!!

Ini adalah sebuah kisah kecil.

Kisah yang jauh sebelum Zahard mengkhianati dewa nya.

Rahasia antara wanita bernama Arlene dan Dewa Menara.

Dewa Menara... mencintai berbagai cerita kehidupan. Sosok yang senang mendengar dan mengamati kehidupan orang-orang.

"Kau terdengar seperti penguntit."

Wanita itu satu-satunya orang yang berani mengatakan sesuatu seperti itu tepat didepan wajah sang dewa. Tapi bukannya marah, dewa itu malah tertawa terbahak-bahak.

"Senang mendengar seseorang berkata jujur padaku. Walau saat ini aku menggunakan tubuh manusia ku, tubuh asliku tetap dewa, loh." Ujar-nya dengan senyum diwajahnya.

Sejak hari itu, keduanya menjadi sahabat berbagi rahasia. Walau yang paling banyak berbagi rahasia adalah si wanita dan yang paling sering mendengarkan adalah sang Dewa.

Ia mencintai cerita, tapi cerita yang dibawakan para irregular adalah yang istimewa. Kenapa? Karena itu adalah cerita yang tak pernah diketahui oleh sang Dewa Menara. Cerita dari dunia luar yang tak bisa digapainya lagi.

Ia mencintai semua cerita yang dibawakan para irregular, tapi cerita manis pahit milik Arlene benar-benar lucu. Ia betah mendengarkan ocehan wanita itu dari pagi hingga malam.

Sampai akhirnya, sang dewa itu menyimpan perasaan sayang pada wanita itu. bukan secara romantis, namun lebih mengarah pada kekeluargaan. Jika kau adalah sang dewa, maka kau akan merasa menjadi seorang ayah yang mendengarkan curhatan anak gadisnya.

Sampai hari itu tiba. Hari dimana Zahard memutuskan untuk berhenti menaiki menara. Sang dewa bertanya-tanya mengapa dirinya berhenti menaiki menara.

Sayang, orang itu enggan mengatakan alasannya.

Zahard dan kesepuluh teman-temannya telah memutuskan untuk menetap dan berhenti menaiki menara. Bahkan mereka membuat kontrak dengan administrator untuk sebuah keabadian.

Sang dewa merasa sedih, namun ia tak kecewa pada mereka.

Saat Zahard bertanya apa dia membenci dirinya?

Sang dewa hanya menghela nafas dengan wajah damai lalu tersenyum padanya.

"Bagaimana aku bisa?"

Walau begitu sang dewa diam-diam membantu sosok yang ia anggap putrinya itu. Dia ingin mereka -para pendaki menara- sampai kepuncak. Itu lah alasan ia menjanjikan 'segalanya' pada mereka.

Jika pemimpin 10 keluarga agung berhenti di lantai 134, maka para pendaki lain juga akan berhenti dilantai 134. Walau begitu tak ada yang pernah memberontak dan memilih berhenti dilantai 134.

Semua janji-janji yang dibuat oleh sang dewa tak lebih dari janji tak berguna karena tidak ada yang pernah mencapai puncak menara.

Itu sebabnya ia begitu menjaga 'putri' nya dan teman-teman yang ingin mendaki ke puncak menara.

Sayang, sang Dewa tak lagi berkuasa absolut dari lantai 134 kebawah, kecuali lantai paling dasar.

Waktu berlalu cukup lama. Pekerjaan sang dewa bukan hanya berleha-leha diatas kasurnya. Ia harus menjaga rakyatnya yang ada dilantai 135 keatas. Dan saat ia sadari, putrinya sudah menjadi gila.

Fallen God - Tower of God x Male readerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang