Hi!
Im back UwU~
miss me :'3?
.
.
Jangan lupa vote dan komen yak~
.
.
Enjoy~
.
.
Salam damai ✌ Isa desu!
.
.
Usai mengantar Rose kekamarnya. (Name) pergi bersama Rak. Kenapa? Karena mereka sama-sama gabut. Light bearer mereka dingin kek es batu + sok sibuk selalu. Wave Controler mereka bermasalah semua. Satu tukang tidur, satu lagi sad boy.
""Hah...""
Mereka menghela nafas bersama. Selain tidak ada kegiatan lain, keduanya juga sudah lulus ujian posisi masing-masing. Hanya masalah waktu sampai mereka mengikuti ujian akhir.
Tiba-tiba baju (Name) ditarik kuat sampai mundur kebalakng.
"Eh? Anaak? Endorsi? Ada apa?" Tanya (Name) kaget melihat kedua putri Zahard yang katanya bermusuhan itu datang bersamaan.
"Pai ayam ku!"
"Makanan baruku!"
Ia bersweatdrop. Dia lupa kalau dia berjanji kalau akan memasakkan sesuatu untuk mereka kalau mereka lulus ujian.
"Eh? Tapi bukankah pemberitahuan ujiannya belum dibagikan ya?"
Endorsi tertawa jahat.
"Hah! Kau pikir kami akan gagal gitu?" Ujar Anaak lalu langsung menyeret (Name) tanpa babibu lagi.
"Oi! Kura-kura! Aku mau makan jugaa!!" Dan akhirnya, (Name) memasak bersama kepala koki. Namun, karena kekuarangan bahan untuk membuat makanan utama, acara makan-makan itu harus ditunda.
(Name) yang sedang membereskan bekas masak mereka tiba-tiba ditarik oleh tangan kasar.
Ia membelalak sejenak sebelum tersenyum seramah mungkin lalu berjongkok.
"Adik kecil, papa mu mana?"
"Ini aku Kura-kura!!"
Tinju sekeras batu itu hampir melayang kewajah (Name) kalau-kalau dia tak membawa nampan besi bersamanya.
(Name) memucat melihat nampan besi itu langsung penyok menciptakan bentuk bekas tinjuan.
Rak pun menjelaskan apa yang terjadi padanya dilorong tadi dan mendapat tawa menyebalkan dari (Name). Lagi-lagi, kalau saja (Name) tak segera menghindar + karena baju Rak yang kebesaran, mungkin wajahnya akan mendapat cap kaki buaya.
Akhirnya, (Name) harus menggendong Rak ke toko pakaian karena Rak kesulitan bergerak dengan bajunya yang kebesaran itu.
***
Duk
Duk
Duk!
Suara gedoran pintu tak berhenti sampai Khun membuka pintunya dengan kesal.
"Pintuku bisa rusak, dasar buaya liar!" Seru Khun pada orang yang menggedor-gedor pintunya. Tapi dia terdiam seketika begitu melihat tak ada seorang pun didepannya. Dia hanya menemukan tombak merah Rak berdiri tegak.
Begitu menunduk Khun menemukan 'buaya liar' versi kecil. Kemudian dia membungkuk dan dengan suara lembut bertanya.
"Papamu dimana, nak?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Fallen God - Tower of God x Male reader
ActionTerbangun di antah berantah. (Name) kebingungan karena tidak mendapat ingatannya di kehidupan kali ini. "Tunggu- aku dimana? kau siapa? aku siapa?!?!? Kali ini (Name) memasuki dunia fantasy... mendaki menara untuk mencari kembali ingatannya. mencar...