Assalamualaikum semua
Semoga sehat selalu ya.
Happy Reading.
Typo dimana-mana!
"Bi anak kayak gitu gak usah di kasihanin. Pantesnya tu orang mati. Udah nyusahin, gak pantes hidup tau gak?"
Degg
*****
"Ya Allah kuatkan lah hambamu ini" Batin Zea
"Bi aku kekamar dulu ya. Aku tau kok kamarnya sebelah mana" Pamit Zea
"Iya" Balas Bi Ina. Lalu Zea segera menaiki lift untuk menuju lantai 3
"Yaudah kalau gitu saya pamit ya den" Pamit Bi Ina
"Iya bi" Lalu Bi Ina meninggalkan kumpulan laki-laki tersebut
"Eh kok si medusa penampilan nya kayak gitu ya" Ucap Salah satu laki-laki yang bernama Gibran Mahesa Pratama kakak kedua Zea
"Alah palingan cuman caper" Sinis laki-laki yang memiliki nama Mahendradatta Vian Pratama kakak ketiga Zea
"Udah lanjut main game aja, gak usah ngomongin si mak lampir, nanti dia keselek terus mati kan kita yang seneng" Ucap santai Gibran yang dihadiahi gelak tawa Mahen
"Assalamualaikum. Mama sama papa pulang" Ujar wanita paruh baya yang bernama Lalisa Dian Pratama
"Waalaikumsalam. Mama sama papa bawa siapa tuh?" Tanya Gibran sambil menunjuk seorang gadis yang berada di samping mama dan papanya
"Nanti papa jelasin" Singkat Alex Machelio Pratama
"Oke"
"Yasudah kalian berdua lanjut main aja, mama sama papa mau ajak adik kalian keliling mansion dulu" Ucap mama Lisa
"Iya ma" Jawab Gibran dan Mahen bersamaan, Walaupun banyak pertanyaan yang muncul di pikiran mereka. Lalu mereka berdua melanjutkan main yang sempat tertunda tadi.
*****
Sedangkan dikamar Zea sedang melaksanakan sholat Maghrib, dengan tubuh yang dibalut dengan Mukena terusan warna Putih.
"Ya Allah berikanlah aku ketegaran untuk menjalankan tugas ku. Dan berikanlah aku kesabaran dalam menghadapi segala cobaan dan ujian ini. Amin" Lalu ia segera membereskan peralatan sholat, dengan melipat Sajadah dan mukena putih tadi.
"Besok aku akan pergi ke mall sepulang sekolah untuk beli baju Syar'i dan jilbab" Guman Zea
"Eh udah waktunya makan malam nih. Mending aku ke dapur aja deh" Lanjut Zea dan langsung berjalan menuju dapur.
Sampai di dapur Zea dapat melihat Mama nya sedang memasak dengan seorang gadis seumuran dengannya.
"Mama" Panggil Zea yang membuat Mama Lisa dan gadis tersebut menengok kearah Zea
"Kamu? Saya kira kamu sudah mati, eh ternyata masih hidup. Kenapa gak mati aja sekalian sih" Sinis mama Lisa
"Astaghfirullah Ma, Mama kok ngomong gitu sih" Ujar Zea pelan, sambil menunduk
"Alah gaya kamu pakek istighfar lagi. Gak usah sok suci ya" Sarkas mama Lisa, sedangkan Zea hanya menundukkan kepalanya
"Ya udah sayang mending kita lanjut masak aja yuk" Ajak mama Lisa kepada gadis yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan Mama dan Anak
"Iya ma" Jawab gadis tersebut
Degg.
"Mama? Maksutnya? Bukanya Zea merupakan putri bungsu ya" Batin Zea
*****
Maaf ya Part ini sedikit, soalnya aku lagi kehabisan ide ni😁
Semoga suka. Amin
Jangan lupa Voment!!
Terimakasih.
30 Mei 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Syifa Or Zea?
Ficção Adolescente[Judul Awal : Transmigrasi Syifa] Bagaimana jadinya, Jika seorang Gadis yang merupakan salah satu Hafidzah Qur'an, bertransmigrasi ketubuh gadis yang manja, sombong, dan suka membully orang lain? Ini bukan hanya cerita Transmigrasi saja, tapi cerit...
