Assalamualaikum
Selamat malam semua
Sebelum membaca bersyukur dulu yuk☺️!
Oke Happy Reading
Typo dimana-mana
.
.
.
.
*****
Assolatuhoiruminannaum
Assolatuhoiruminannaum
Allahuakbar, Allahuakbar la ilahaillallah
"Engh Ya Allah udah subuh" Guman Zea yang baru saja bangun tidur
Jika kalian mengira dia tidur di kasur yang nyaman, maka jawabannya salah. Zea tidur didepan toko kecil dipinggir jalan, dan hanya ber-alas kardus bekas.
"Aku harus siap-siap sholat subuh dulu" Zea segera melipat kardus dan dibuang di tempat sampah.
Lalu ia mencari mushola terdekat, setelah sampai dia segera berwudhu dan memakai mukena yang sudah disiapkan di mushola.
Sambil menunggu Iqamah Zea melaksanakan shalat Rawatib Qobliyah Subuh. Selepas selesai ia berzikir agar diberi ketenangan.
*****
Dilain tempat terdapat seorang pemuda yang memasuki kamar adiknya. Tapi begitu terkejutnya saat ia tidak menemukan adiknya.
Langsung saja dia menemui mamanya, untuk menanyakan hal tersebut
"Ma Zea kok gak ada dikamar" Ya pemuda tadi ialah Devan
"Zea? Oh anak itu sudah pergi dari rumah" Ujar santai Mama Lisa sambil menumis sayuran
"Apa? Mama pasti bohong kan?"
"Ngapain mama bohong. Kalau kamu tanya kenapa Zea bisa pergi dari rumah jawabannya adalah. Mama dan papa yang usir" Santai Mama Lisa
"Ha? Mama sama papa kok tega sih?"
"Udah gak usah mikirin anak itu. Lebih baik kamu ke meja makan. Udah waktunya sarapan" Pinta mama Lisa
"Tap--
"Gak ada tapi-tapian" Potong mama Lisa
"Iya ma"
Devan segera melaksanakan apa yang mamanya perintahkan.
Sampainya dimeja makan ia melihat adiknya, ah salah maksudnya parasit sedang duduk di kursi yang biasa digunakan untuk Zea duduk.
"Heh ngapain lo duduk disitu. Itu tempat nya Zea" Sinis Devan
"Ta-tapi aku duluan yang duduk sini kak" Jawab Bianca polos
"Gue bukan kakak lo" Sentak Devan
"Hiks sebenarnya apa salahku kak?" Tangis Bianca
"Eh Bianca kamu kenapa nangis?" Tanya Mama Lisa yang baru saja datang dari dapur
"Hiks aku mau pulang aja ma" Ucap Bianca dengan memeluk Mama Lisa
"Pulang? Ini kan rumah kamu sayang" Ujar Mama Lisa sambil mengelus rambut Bianca
"Loh kok sayangnya papa nangis sih?" Tanya papa yang baru saja bergabung, bersama Gibran dan Megan
"Udah cuman masalah sepele, lebih baik kita sarapan" Lerai Mama Lisa.
Sedangkan Devan hanya mencibir dalam hati. Bodoamat dibilang gak sopan
Lalu mereka sarapan dengan tenang, sampai pertanyaan dari Megan membuyarkan semuanya
"Eh mak lampir kok gak kelihatan wujudnya ya?" Tanya Megan entah kepada siapa
"Zea toh? Anak itu sudah mama sama papa usir" Santai papa Alex
"Ha? Jadi dia udah gak ada di mansion ini ma? Pa?" Kaget Gibran
"Iya. Kenapa? Kamu mau protes?" Tanya mama Lisa
"Iya ma aku mau protes. Kenapa gak dari dulu aja" Ucap Gibran
"Niatnya sih gitu cuman kasihan lah. Udah anak pungut, gak guna lagi" Ujar mama Lisa
Kriett
Terdengar dencitan kursi dari Devan. Tanpa mengucapkan sepatah apapun ia langsung pergi meninggalkan semuanya
"Lah? Kenapa dia?" Tanya Megan
"Marah maybe" Singkat Gibran
"Udah lanjut sarapan. Habis itu kalian sekolah. Untuk Bianca, kamu sekolah mulai minggu depan ya" Ucap Papa Alex
"Iya pa"
Lalu mereka melanjutkan sarapan diiringi canda tawa
*****
"Ya Allah aku harus tinggal dimana?" Guman Zea.
Lalu matanya tak sengaja melihat ada wanita paruh baya menyebrang tanpa tau bahwa ada mobil yang akan menabraknya
"BU AWASS" Teriak Zea sambil berlari, berniat menyelamatkan wanita itu
*****
Jangan lupa Voment ya!
Terimakasih untuk kalian yang sudah membaca cerita aku
2 Juni 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Syifa Or Zea?
Teen Fiction[Judul Awal : Transmigrasi Syifa] Bagaimana jadinya, Jika seorang Gadis yang merupakan salah satu Hafidzah Qur'an, bertransmigrasi ketubuh gadis yang manja, sombong, dan suka membully orang lain? Ini bukan hanya cerita Transmigrasi saja, tapi cerit...
