Vote dulu ceritanya yuk!
---sejak pulang tadi yuta hanya terdiam, dan tidak menanggapi ocehanku sama sekali. bahkan sesekali dia berdecak kesal karena aku tidak bisa diam.
yuta memang sering diam sih, hanya saja kali ini diamnya disertai dengan tatapam tajam. aku jadi takut sendiri melihatnya.
"yuta-senpai... kok diem terus sih dari tadi aku ga ngomong sama angin kan?" ucapku dengan suara sok imut.
"(name)! jangan banyak bicara atau kamu aku turunkan!?" ucap yuta geram.
"yaudah turunin aja! aku ga minta yuta-senpai nolongin aku kok!!" ucapku kesal. seketika yuta menghentikan langkahnya dan menurunkan tubuhku di bawah pohon.
*brakk*
aku terkejut kala yuta meng- kabedonku di bawah pohon. jantungku seketika berdetak kencang, tatapan yuta terlihat lebih menakutkan dari pada saat melihat roh kutukan tingkat spesial.
"memangnya kamu ingin mati?" yuta mengeluarkan katana miliknya dan menyodorkan titik tajamnya di depan dadaku.
"s-senpai.."
"aku bukan kakak kelasmu lagi, bodoh. kamu itu pansos atau hanya sok menghormatiku sih?"
"hah?! aku benar-benar menghormatimu tau!!" ucapku tak terima.
"benarkah?" yuta menusukkan katana itu perlahan. bilah tajamnya terasa menusuk kulitku, membuat darah segar mengalir dari sana.
"y-yuta kamu... benar-benar ingin mem-bunu-hku?" ucapku dengan suara bergetar. netraku seketika berkaca-kaca, bahkan aku tak berniat melawan yuta sama sekali.
"kamu ingin mati kan? karena itu kamu tak dapat menghormatiku dengan baik" aura membunuh milik yuta benar-benar menusukku.
"s-sakit.." aku mulai menangis, karena katana tajam itu mulai menusuk dadaku secara perlahan. aku mengenggam bagian tajam katana milik yuta agar tak masuk lebih dalam lagi. Tetapi malah tanganku yang mulai mengeluarkan darah.
"ma-af, yuta. maaf a-ku tidak bermaks-ud menyinggungmu hik.. aku tid-ak ing-in matii.." aku mulai menangis sambil menahan rasa sakit. yuta menarik katananya dari dadaku,
lalu hal selanjutnya yang kurasakan adalah pelukan hangat darinya. yuta memeluk tubuh lemahku dengan erat, sambil menyembuhkan luka tusuk yang dia berikan tadi. sementara aku hanya bisa menangis di bahunya.
"bahkan dia lebih menghargai nyawaku ketimbang sang pemilik nyawa itu sendiri."
Tbc.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rabi! (Okkotsu Yuta x Reader)
Fanfiction(discontinue untuk sementara waktu) Dalam bahasa jawa "Rabi" artinya "menikah". Cover art by: U0oOuO on twitter 15/18+⚠️ . . . gadis yang kelewatan malas saat dirumah, tapi urat malunya langsung terputus saat berada di luar rumah. gadis tsundere yan...