29. Kurang Tidur

2.8K 400 12
                                    

Vote dulu ceritanya yuk!
---

sungguh aku lupa tidak membawa yuta masuk ke kamar kemarin malam. saat aku bangun, aku sudah melihat yuta dengan mata yang masih terbuka lebar.

"y-yuta?" sapaku. yuta mengalihkan pandangannya padaku, tatapan terlihat horror di mataku.

"y-yuta kamu ga kerasukan kan?!!" tanyaku panik dan ketakutan. dengan langkah lunglai yuta menghampiriku, semakin yuta mendekat semakin aku memundurkan tubuhku.

"yuta, ini bukan hantu kan?" yuta tidak menjawab kekhawatiranku.

"aaaaaaakk" tiba-tiba yuta memeluk tubuhku dan menjatuhkanku di atas kasur, dengan posisi dia menindihku. untung saja aku masih bisa menyentuh yuta, itu artinya dia asli dan bukan hantu di pagi hari.








"aku hantu yang merasuki yuta, apa kamu istrinya?" suara berat membuatku merinding seketika. bohong ini pasti bohong.

"gak lucu yut, ini udah pagi gaada hantu..." aku terkekeh pelan.

" aku terkekeh pelan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(umi_ko on twitter)

"Ahhhh" aku mendesah pelan saat lidah yuta tiba-tiba menyapu lekuk leherku.

"aku hantunya..." yuta mengigit area yang ia jilat tadi. gigi taring yuta menancap tajam di leherku.

"y-yuta hikss sakitt, sakittt yutaa..." aku merontah kala gigi yuta benar-benar menusuk tajam di leherku. tanganku mencengkram erat kaus yang yuta gunakan.

isakanku mengeras kala yuta ikut mengeraskan gigitannya. puncaknya hingga darah segar mengalir dari leherku.

"sshhh hik, sakittt" yuta mengusap darah yang mengalir di leherku dengan lidahnya. yuta menghela nafas kasar.

"aku tidak tidur semalaman karenamu" bisik yuta di telingaku.

"tapi tidak dengan kdrt hik" yuta memutar posisinya, menjadi aku yang ada di atas tubuh yuta.

*cuph*

"aku gemas melihatmu, maaf ya kalau jadinya sakit.." yuta mengusap lembut luka yang dia buat di leherku. sementara aku menenggelamkan kepalaku di dada yuta.

"s-sakiitt yuta jahat" aku memukul kasar dada yuta membuat dia meringis.






"iittta" ringis yuta pelan. tetapi yuta menyisir lembut rambutku yang sedikit acak-acakkan karena bangun tidur.

"huu aku juga ingin menangis karena kamu meninggalkanku dengan film horror berduaan" ucao yuta dengan nada yang dibuat-buat. karena lelah mendengar tangisanku.

"gak boleh! aku mau nangis dulu hik"

"(name) toxic masculinity ih.." yuta terkekeh pelan.















"suamiku yang open minded, tidak seperti yang disebelah"

Cringe ama chapter ini :v

Rabi! (Okkotsu Yuta x Reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang