32. Tetangga

2.5K 388 47
                                    

Vote dulu ceritanya yuk!
---

baru terhitung 3 bulan pernikahanku dengan yuta. tetapi sudah ada yang mencari masalah pada hubungan kita. siapa lagi kalau bukan tetangga komplek yang suka gibah bareng tukang sayur.

"eh, jeng kalian tau kan pasutri baru di komplek kita" ucap salah satu ibuk-ibuk yang memulai pergibahan pagi ini.

"ohh tau dong, kesel banget sih istrinya suka banget nyalain musin keras-keras haduh"

"kasihan suaminya, punya istri rada gila" timpal ibuk-ibuk lainnya.

"padahal pak okkotsu selalu ramah dan nyapa kalau lagi ketemuan"

"oiya, kabarnya istrinya itu mandul, masa 3 bulan nikah ga kunjung punya anak." ucap ibuk-ibuk yang memulai pergibahan tadi.



"pak sayur! jual lem aibon gak?" aku baru saja mendatangi tukang sayur dan ibuk-ibuk itu sudah menggibahiku seenak jidat. pengen nonjok :")

"camda pak" ucapku datar. aku mulai mengambil dan memilih sebentar bahan makanan yang aku butuhkan.

"mba (name), kapan hamil" tanya salah satu ibuk-ibuk itu. aku menatap ibuk-ibuk itu dengan tatapan tajam.

"wah kapan ya bu, nungguin mulut ibu bisu dul- umpphh" baru saja aku mau menyelesaikan kalimat sarkasku. tiba-tiba yuta sudah muncul dan membekap mulutku.

"haha, maaf ya buk. istri saya masih ngantuk, makanya omongannya ga bisa dijaga" yuta tersenyum canggung karena tidak enak dengan ibu itu.

"ahaha gapapa kok, mungkin istrinya kecapean ya" ibu-ibu itu juga tersenyum canggung.

"udah kan sayang? ayo kita pulang" yuta tersenyum penuh arti padaku, sementara aku menatapnya tajam.

"okkotsu-san sangat perhatian idaman sekali haha" goda ibuk-ibuk lainnya. kurang ajar, ingin ku bunuh rasanya.

"haha, makasih buk. kita pulang dulu ya sampai jumpa" yuta tersenyum ramah lalu membawaku pulang kerumah.

"amit-amit ketemu mereka lagi"
---





Sesampainya dirumah.

"lepasin yutaaa!" aku meronta dari pelukan yuta. tatapanku menajam, kesal, malu. enggak malu juga sih

"apa maksudmu mengatakanku mengantuk?!! aku udah sadar dari tadi!!! dan aku bisa menjaga omongankuuu, aku hanya memberi sedikit pelajaran pada ibuk-ibuk bangsat itu. dan kamu mengacaukannya"

"tega sekali kamu menjelekkan istrimu di hadaoan orang lain huuh" kedua tanganku terlipat di depan dada. aku mengembungkan pipiku dan menatap yuta kesal. yuta tersenyum kecil.

"Biarkan semua orang memandangmu seperti sampah, agar hanya aku yang akan memandangmu seperti berlian"














"jadi dia ingin aku dibenci, demi kesenangannya sendiri?!"

"g-gak gituu (name) :" -yuta

Tbc.

Rabi! (Okkotsu Yuta x Reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang