1. Lamaran?

7.9K 787 43
                                    

Vote dulu ceritanya yuk!
---

tidak ada yang lebih indah dari suasana deruan ombak pantai di malam hari. serta lampu remang-remang yang memberi penerang di kala gelapnya malam. meski jam sudah menunjukkan angka 11 malam, aku masih sibuk jalan-jalan di bibir pantai.

hingga tiba-tiba dari kejauhan aku melihat seorang pria tengah terduduk di atas pasir sambil memegangi sekotak cincin. seringaian kecil terukir dari bibirku, aku hanya menebak-nebak saja jika lelaki yang bernama yuta okkotsu itu ingin melamar seseorang di saat seperti ini.

ya, 2 tahun setelah kelulusanku dari smk jujutsu. sekarang aku hanya menjadi penyihir jujutsu biasa, dan mengerjakan misi jika diperlukan. tetapi khusus minggu ini aku dan beberapa shaman lainnya, termasuk yuta okkotsu dibebas tugaskan. jadinya kita memilih untuk melakukan liburan selama 3 hari di sebuah pantai.


"yuta-senpai..." panggilku dari kejauhan. yuta sangat terkejut dengan kehadiranku, dan segera menyembunyikan kotak yang ia pegang tadi. yuta ikut berdiri dan menghampiriku.

"kenapa (name)-san?" tanya yuta canggung. manik yuta menatap pasir, dan takut untuk menatap mataku.

"ada yang ingin ku bicarakan yuta-senpai.." ucapku dengan suara bergetar yang dibuat-buat. yuta beralih menatap netraku yang terlihat berkaca-kaca

"a-ku hamil anakmu 2 bulan yuta-senpai..." aku bergumam pelan, sambil memegangi perutku. yuta terdiam membeku, ekspresinya terlihat sangat kaget. aku berusaha menahan tawaku yang ingin meledak.

"h-ha-h? ki-kitakan ga pernah melakukan hal ituu?" wajah yuta terlihat sangat kaget, dan tidak percaya

"apa kamu tidak mengingatnya yuta-senpai..? kemarin-" ucapanku tergantung sejenak, dan tiba-tiba yuta memotong



"(name)...."

"maukah kamu menikah denganku?" tatapan yuta berubah menjadi serius. sekarang gantian aku yang terkejut setengah mati, tetapi dengan cepat aku merubah ekspresiku.

"pfft, hahahahaaa aku hanya bercanda yuta-senpai. aku tidak sedang hamill!" aku tertawa beberapa saat. tetapi setelah aku berhenti tertawa, yuta masih setia melihatku dengan tatapan serius.

"aku serius." ucap yuta dengan suara berat, namun tidak mengitimidasi. wajahku berubah menjadi cengo seketika. aku memang dekat dengan yuta, terkadang dia membantuku melatih energi kutukanku. hanya saja.... aku tidak menyangka hal ini akan terjadi.

"h-aa, ha? apa?" jika hal itu menyangkut perasaan, entah bagaimana otakku seketika menjadi error.

"aku rasa aku tidak perlu mengulangi perkataanku lagi (name).." yuta berjalan mendekatiku, tubuhku membeku seketika. aku tidak bisa mundur, ataupun lari. yuta menarik tangan kiriku, lalu menyampirkan cincin yang ia pegang tadi. lalu yuta mencium punggung tanganku beberapa saat.





"ini pertama kalinya aku kalah flirting darinya. bukankah lamaran ini terlihat seperti pemaksaan?"

Tbc.

Rabi! (Okkotsu Yuta x Reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang